Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 3 Jun 2017 06:19 WIB ·

Polisi Pukul Dosen ISBI


 DIBUBARKAN: Aparat Kepolisian dari Polres Aceh Besar membubarkan aksi Formia di Kampus ISBI Aceh, Jantho, Aceh Besar, Jumat (2/6).
DAHLAN/RAKYAT ACEH Perbesar

DIBUBARKAN: Aparat Kepolisian dari Polres Aceh Besar membubarkan aksi Formia di Kampus ISBI Aceh, Jantho, Aceh Besar, Jumat (2/6). DAHLAN/RAKYAT ACEH

JANTHO (RA) – Dua dosen Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh dipukul oknum polisi di Kampus A, Kota Jantho, Aceh Besar, Jumat (2/6). Peristiwa terjadi saat kedua dosen berusaha mengendalikan kondisi aksi para mahasiswa, Jumat (2/6).

Kericuhan berawal dari semakin memanasnya demonstrasi, hingga polisi di bawah pimpinan Kasat Bimas AKP Yulizar Lubis memutuskan untuk membubarkannya. Apalagi unjukrasa tersebut tidak memiliki izin pihak kepolisian.

Tiba-tiba kedua dosen tersebut mencoba masuk ke barisan mahasiswa dan mencoba mencegah pihak kepolisian ke dalam barisan mahasiswa. Tak terima tindakan dosen, seorang polisi menggunakan sebo, menarik tangan M. Zubir, M.Sn seorang dosen hingga tersungkur. Hal serupa juga dialami Fadlan bachtiar, M. Sn. Namun Zubir sasaran paling parah, ia bahkan sempat dikeroyok polisi berpakaian preman.

“Saya dipukul bertubi-tubi oleh anggota polisi, padahal tujuan kami hanya untuk melindungi mahasiswa kami agar tidak ribut dalam beraksi,” kata Zubir, Jumat siang (2/6).

Kasat Bimas, AKP Yulizar Lubis membenarkan kejadian tersebut dan pihaknya mengaku telah meminta maaf pada korban. “Itu kekhilafan anggota saya, dan saya sudah meminta maaf, namun semua itu bertujuan agar tidak memperburuk suasana,” kata Yulizar.

Yulizar menyebutkan, terjadi dorong mendorong itu akibat kecurigaan petugas. Pasalnya, korban tiba-tiba datang ke dalam kerumunan dengan menggunakan helm.

“Maka agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan kita amankan segera. Setelah kita ketahui bahwa mereka juga dosen di sini maka kembali kita lepaskan. Itu kekhilafan dan Alhamdulillah tidak fatal cuma dorong mendorong saja,” kata Yulizar.(mag-63/mai)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Kadisdik Tekankan Pesan Mulia Himne Aceh pada Pembukaan Rakor DAK Fisik SMA dan SLB

22 June 2024 - 14:13 WIB

7 Jemaah Haji Asal Provinsi Aceh Meninggal Dunia di Arab Saudi

21 June 2024 - 15:19 WIB

Lionel Messi Pecahkan Rekor Penampilan Terbanyak pada Ajang Copa America

21 June 2024 - 15:11 WIB

Kodim 0102/Pidie Gelar Apel Gabungan dan Sidak Handphone Prajurit Cegah Judi Online

21 June 2024 - 14:23 WIB

Polisi Limpahkan Ibu dan Selingkuhan Kasus Pembunuhan Anak kepada Jaksa

20 June 2024 - 20:37 WIB

Jadi Perampok, Tiga Oknum Personel Polrestabes Medan Buron, 12 Langgar Kode Etik

20 June 2024 - 15:01 WIB

Trending di NASIONAL