Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

INTERNASIONAL · 5 Jun 2017 08:30 WIB ·

Reaksi Kontroversial Donald Trump Terhadap Muslim Atas Teror Inggris


 Donald Trump (AFP Photo) Perbesar

Donald Trump (AFP Photo)

Harianrakyataceh.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump bereaksi atas serangan teror di Inggris yang menewaskan enam orang dan 48 lainnya luka-luka. Trump mengeluarkan kicauannya di media sosial akun Twitter miliknya untuk melarang perjalanan bagi kaum Muslim ke Amerika Serikat.

Tanpa malu-malu, Trump memromosikan larangan perjalanan bagi kaum Muslim kontroversialnya. Sedikitnya ada dua cuitan di akun Twitter Trump yang mengomentari aksi serangan teror di Inggris.

Cuitan Trump terlontar menyusul serangan teror di London Bridge dan Borough Market dan mengatasnamakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Serangan tersebut telah dinyatakan sebagai insiden terorisme.

Cuitan Presiden Donald Trump yang kontroversial.

Cuitan Presiden Donald Trump yang kontroversial. (Twitter)

“Apa pun yang bisa dilakukan Amerika Serikat untuk membantu London, Inggris, kami akan berada di sana – Kami Bersama Anda. Tuhan Memberkati!,” kata Trump dalam kicauannya seperti dilansir Mirror, Minggu (4/6).

“Semua harus pintar, waspada dan tangguh, tentu atas ini semua membutuhkan larangan perjalanan sebagai tingkat keamanan ekstra,” tambah Trump.

Permintaan Trump untuk larangan bepergian bagi Muslim mengikuti permintaan darurat bahwa Mahkamah Agung mengembalikan kepada eksekutif yang akan melarang orang memasuki Amerika Serikat dari enam negara berpenduduk mayoritas Muslim. Departemen Luar Negeri AS mengecam aksi terorisme di Inggris.

“Serangan pengecut yang menargetkan warga sipil yang tidak berdosa,” ujar Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah keterangan.

Departemen Luar Negeri AS juga terus memantau situasi di London dan menyarankan warga negara Amerika di Inggris untuk memerhatikan saran dari pihak berwenang setempat dan menjaga keamanan.

Presiden Trump memberlakukan kebijakan tersebut sebagai bagian dari kampanye 2016 lalu demi melindungi warga Amerika dari serangan teroris. Meski begitu, kebijakan Trump dikecam oleh berbagai kalangan karena dianggap sebagai tindakan diskriminatif. (cr1/JPG)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Dua Pekerja Asal Aceh Dipulangkan dari Malaysia Karena Sakit, Haji Uma Turut Bantu Biaya

13 June 2024 - 22:23 WIB

Perjuangan Ayat Suci Mengikuti Tes Tamtama Polri Memakai Sepatu Koyak

13 June 2024 - 19:33 WIB

India Protes Atas Terjadinya Gol Kontroversial Qatar di Kualifikasi Piala Dunia 2026

13 June 2024 - 14:57 WIB

Cair, Gaji ke-13 dan Tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai ASN Aceh Besar

13 June 2024 - 14:56 WIB

Disdik Aceh Canangkan Zona Integritas WBK dan WBBM untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

13 June 2024 - 08:08 WIB

Berhasil Tekan Laka Lantas secara Kolaboratif, Ditlantas Polda Aceh Dapat Penghargaan

12 June 2024 - 15:37 WIB

Trending di UTAMA