Pastu Tak Difungsikan Warga Sakit Terpaksa Menyeberang Pulau untuk Berobat

Rakyat Aceh

SIMEULUE (RA) – Akibat Puskesmas Pembantu (Pustu) tak difungsikan membuat warga Desa Pulau Siumat, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, terpaksa mengandalkan pengobatan tradisonal untuk keperluan berobat. Bahkan, warga yang sakit harus dimemboyong ke ibu kota kabupaten atau Pulau Simeulue.

“Sudah lebih dua bulan tidak buka Pustu yang ada di desa kita. Kalau ada warga kita yang sakit, langsung kita bawa naik perahu ke RSUD Simeulue. Kami minta supaya Pemerintah Kabupaten Simeulue untuk segera bertindak,” kata Kepala Desa Pulau Siumat, Kecamatan Simeulue Timur, Kurniawan kepada Rakyat Aceh, Kamis (8/6).

Kurniawan mengatakan, sebelumnya Dinas Kesehatan (Dinkes) Simeulue sudah menempatkan seorang tenaga medis bakti, guna mengoperasikan pelayanan kesehatan untuk warga setempat. Anehnya fasilitas kesehatan itu kini tidak beroperasi, bahkan bangunan dan halamannya sudah dipenuhi rumput liar.

“Yang ditugaskan di sana hanya satu orang, itupun laki-laki. Bisa dibayangkan bila pasiennya yang hendak melahirkan, seharusnya dan idealnya petugas kesehatan yang ditempatkan di sana dua orang, satu perempuan dan satu lagi laki-laki,” imbuhnya.

Menurutnya, konsdisi ini membuat warganya sulit untuk mendapat pelayanan kesehatan atau berobat.
Kepala Dinkes Simeulue Armidin Rihad, membenarkan pelayanan kesehatan di Pulau Siumat belum berfungsi secara maksimal. Ia menerangkan, saat ini pelayanan kesehatan untuk masyarakat dilaksanakan per dua minggu dan mengirim petugas.

“Saya akui, Pustu di sana tidak beroperasi secara maksimal, namun setiap dua minggu (sekali) petugas kesehatan dikirim ke sana dan memang ada petugas yang ditempatkan di sana. Dan ternyata sudah dua bulan meninggalkan tugasnya,” ungkapnya.

Armidin menambahkan, pihaknya sudah mendapat informasi dan laporan dari masyarakat Pulau Siumat perihal tenaga medis yang tidak melaksanakan tugasnya. Kini pihaknya telah memberhentikan petugas tersebut dan akan segera mencari penggantinya.

“Langsung dicopot dan diberhentikan, saudara Said Dedi Safwan karena melalaikan tugas. Dalam waktu dekat ini kita tempatkan dua petugas di sana, dengan spesifikasi pendidikan bidan,” jelasnya.

Seperti diketahui, Pulau Siumat dihuni sebanyak 105 Kepala Keluarga (KK). (ahi/lin)