Ceramah Ditiadakan Dai Peratasan Tak Laksanakan Tugas

Rakyat Aceh

SIMEULUE (RA) – Pelaksanaan ceramah usai salat terawih di Pulau Siumat, Kabupaten Simeulue, selama bulan ramadan lebih sering ditiadakan. Pasalnya, Dai Perbatasan yang Pemerintah Aceh tersebut tak menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

“Sebelum bulan puasa Dai Peratasan itu tidak datang ke Pulau Siumat, padahal kehadirannya selama bulan ramadhan ini sangat diharapkan, maka ceramah usai tarawih lebih banyak kami tiadakan,” kata Kepala Desa Pulau Siumat, Kurniawankepada Rakyat Aceh, Ahad (11/6).

Menurut Kurniawan, kehadiran dan keberadaan Dai itu sangat dibutuhkan masyarakat Pulau Siumat karena dapat menjadi penceramah dan imam salat tarawih serta salat lima waktu. Kendati mangkir dari tugasnya, Dai yang tempatkan tersebut dikatahui sering hilir mudik dan berada di Pulau Simeulue.

“Dia itu Dai Perbatasan yang paling bermaslah dan aneh, sebab pernah satu bulan tidak melaksanakan tugasnya dan kini kambuh lagi. Sejak awal ramadan tidak pernah muncul di pulau Siumat,” sebutnya.

Selain menjadi penceramah dan iman, sambung Kurniawan, kehadiran Dai sangat dibutuhkan dan diperlukan warga sekitar, apalagi di pulau Siumat saat terdapat sekitar 40 muallaf yang membutuhkan bimbingan tentang agama Islam.

Wakil Bupati Simeulue, Hasrul Edyar mengaku kecewa dengan tingkah laku dan tindakan Dai yang ditempatkan karena lalai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Oleh sebab itu, ia meminta Dinas Syariat Islam (DSI) setempat segera melakukan evaluasi atas Dai tersebut.

“Itu sudah keterlaluan. dia itu dibutuhkan di sana. Dinas Syariat Islam harus ambil sikap tegas, kalau membangkang ganti dengan Dai lain,” ucapnya.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Simeulue Fadhlun, perihal mangkirnya Dai yang bermasalah tersebut.

.
Seperti diketahui, saat ini sebanyak 25 orang Dai Perbatasan yang bertugas di Kabupaten Simeulue dan telah disebar di sejumlah gampong dalam sepeuluh Kecamatan. Masing-masing Dai mendapat tugas selama satu tahun untuk memberikan ceramah-ceramah agama Islam di setiap desa. Di Pulau Siumat dan Pulau Teupah telah ditugaskan satu orang Dai Peratasan setiap desanya. (ahi/lin)