Subulussalam Membara

Petugas dibantu warga memadamkan api yang menghanguskan kurang lebih 30 unit rumah di Dusun Cepu Indah, Desa Subulussalam Timur, Kecamatan Simpang Kiri, Ahad (11/6). KAYA ALIM/RAKYAT ACEH

30 Unit Rumah Warga Terbakar

SUBULUSSALAM (RA) – Kebakaran hebat kembali terjadi di Dusun Cepu Indah, Desa Subulussalam Timur, Kecamatan Simpang Kiri mengakibatkan 30 unit rumah warga terbakar, sekitar pukul 12.25 WIB, Ahad (11/6). Dari jumlah tersebut, 18 unit rumah diantaranya rata dengan tanah dan 12 unit lainnya terkena imbas kebakaran.

Tak ada korban jiwa dalam kebakaran itu, namun sedikitnya 91 jiwa terpaksa diungsikan ke masjid. Informasi yang berhasil dihimpun, kebakaran disebabkan konsleting listrik.

Pantauan Rakyat Aceh di lapangan, api yang membara dengan cepat melahap setiap rumah berkonstruksi kayu. Mayoritas korban kebakaran tidak berhasil menyelamatkan harta bendanya.
Kepala Desa Subulussalam Timur, Golak yang juga merupakan korban kebakaran mengaku sangat kaget

dengan kecepatan api melalap rumah warga. Kata Golak, dirinya saat itu berada di luar dan mendapat telepon bahwa di desanya ada terjadi kebakaran. Melihat kobaran api, Golak langsung menelpon pihak pemadam kebakaran tapi tidak diangkat.

“Barang semua hangus cuma baju di badan saja yang terbawa. Karena kecepatan api sangat luar biasa,” katanya.

Sebelum mobil pemadam kebakaran tiba, warga terlihat bahu membahu memadamkan api dengan alat seadanya. Beberapa menit kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dengan kondisi 50 persen rumah sudah habis dilalap sijago merah. Bahkan satu unit mobil pemadam kehabisan minyak mesin pompa air.

Warga setempat, Masuri menyatakan saat kebakaran banyak rumah dalam kondisi kosong ditinggal pemiliknya ke terminal, sebab Ahad merupakan hari pekan di Subulussalam. Korban kebakaran itu juga mengaku selain rumahnya, rumah adik iparnya juga terbakar bersama lima sepeda motor.

Sementara, Camat Simpang Kiri, Jhoni Arizal saat turun ke lapangan bersama Wakil Walikota Subulussalam, Drs. Salmaza mengatakan pemerintah akan mendirikan posko bantuan, posko pengungsian dan dapur umum untuk para korban. Menurut Jhoni Arizal, pemerintah akan membangun rumah warga yang hangus terbakar seperti kejadian pada bulan Oktober 2016 lalu yang juga menghanguskan 18 unit rumah warga di desa yang sama. “Insya Allah pemerintah akan kembali membangun rumah warga yang terkena musibah,” kata Camat.(lim/mai)