Setelah Janji Kompensasi Tongkang MPC Bongkar Barang

Petugas perhubungan mengecek kelengkapan fisik angkutan umum di terminal Batoh, Banda Aceh, Selasa (13/6). Pemeriksaan ini dilakukan untuk menguji layak atau tidaknya angkutan tersebut beroperasi pada mudik lebaran. HENDRI/RAKYAT ACEH

ACEH TIMUR (RA) – Kapal Tongkang milik PT Masaji Prayasa Cargo (MPC), akhirnya diizinkan membongkar barang setelah sempat dihadang warga dari sejumlah desa yang berada di pelabuhan Simpang Lhee, Kecamatan Julok, Ahad (11/6). Persetujuan pembongkaran barang dilaksanakan setelah musyawarah antara perusahaan MPC, Muspika dan enam kepala desa.

“Alhamdulillah berdasarkan kesepakatan tadi barang yang diangkut perusahaan MPC telah mendapat izin untuk dibongkar hari ini. Kesepakatan ini merupakan kesepakatan legalitas antara semua pihak,” ujar Rahmad, Humas PT JEC subcon PT. Medco usai rapat, Selasa (13/6).

Selain kesepakatan itu, sambung Rahmad, pihaknya juga akan memprioritaskan merekrut tenaga kerja yang ada di enam desa yang telah disepakati. Saat proses rekrutmen, pihaknya menggunakan sistem merata, satu desa akan bakal direkrut dua tenaga kerja. “Maka kita berharap masyarakat juga harus memaklumi, kita juga tidak bisa memprioritaskan keenam desa ini saja karena masih banyak desa lain juga kita akomodir,” kata Rahmad.

Disinggung mengenai konpensasi lain yang diberikan perusahaan MPC, Rahmad mengaku dalam kesempatan itu telah dijanjikan kepada enam desa, diantaranya, Kuala Geulumpang, Naleung, Simpang Lhee, Blang Uyok, Blang Pauh Dua, dan Gampong Keudee mendapat bantuan berupa dana kasih sayang setiap kapal peusahaan masuk.

“Perusahaan telah membuat perjanjian akan memberi dana kasihsayang sebanyak Rp2 juta setiap masuk kapal. Selain itu perwakilan pemuda dari enam gampong yang dipilih geuchik masing-masing juga akan dilibatkan seperti pengawas kabel, dan jalan saat mobar melakukan pengangkutan barang,” kata Rahmad.

Sementara itu, Kapolsek Julok Ipda Eko Handoko mengatakan polisi akan mengawasi langsung proses pembongkaran barang di pelabuhan Simpang Lhe. Bahkan sejak insiden, polisi dibantu TNI telah dikerahkan kelokasi membantu pengamanan.

“Sebenarnya ini tidak masalah lagi karena semua pihak sudah sepakat sesuai dengan hasil rapat hari ini. Namun tugas kami bersama Koramil tetap melakukan pengamanan sampai aktivitas bongkar barang tak terkendala,” pungkas Kapolsek Julok.

Kapolsek mengatakan proses pembongkaran akan dilakukan pada pukul 15.00 WIB hingga sore. Begitu juga barang-barang akan diangkut ke CPP Blang Nisam pada malam hari. “Proses itu terus kita kawal dan diharapkan berjalan dengan aman dan terkendali,” ungkap Kapolsek Eko.

Sebelumnya diberitakan Masyarakat dari dua desa melakukan penahanan dan melarang Kapal Tongkang milik PT Masaji Prayasa Cargo (MPC) yang hendak merapat ke dermaga muara Desa Simpang Lhee, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, Ahad (11/6). Padahal, kapal cargo itu mengangkut Boiler (Alat Pendingin) milik PT. Medco E&P Malaka.

Disebut-sebut, penahanan itu dilakukan karena pihak perusahaan tidak menempati janjinya, seperti ganti rugi sarang ikan dan kepiting masyarakat yang rusak. Bahkan pihak perusahaan juga tidak melakukan pengerukan muara, karena kapal tongkang yang masuk dapat merusak muara.(mag-75/mai)