Wisata Edelweis Aceh Tengah Dalam Penjajakan

Ilustrasi (ist)

TAKENGON (RA) – Pengembangan objek wisata di Gayo terus digenjot oleh Dinas Pariswisata dan Olah Raga setempat, selain danau Lut Tawar. Lain itu akan dikembangkan wisata alam di pengunungan Oregon, diatas ketingian 1.600 dari permukaat laut.

Hal ini disampaikan Ir. Abadi Kadis Pariwisata dan Olah Raga Aceh Tengah kepada wartawan, (12/6) usai rapat internal. Menurut Abadi, di daerah ini sangat banyak bisa “dijual” kepada wisatawan yang datang dari luar Takengon. Alam daerah berpenghasilan kopi ini tidak pernah habis untuk ditawarkan keindahanya kepada dunia luar.

“Di ketingian 1.600 kita sudah bisa menikmati luasnya hamparan Danau Lut tawar. Dan dari pengunungan Oregon selain bisa berjalan karena kondisi tanahnya datar juga ada keindahan bunga Edelwies (bunga Abadi-red),” sebut Abadi yang hobi memelihara kuda.

Menurut Abadi, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait yaitu KPH wilayah Aceh Tengah. Karena kawasan itu masih termasuk hutan lindung. Dan pihak KPH juga merespon bagus. Pihak KPH meresapon bagus maksud dan tujuan pemerintah daerrah untuk menjadikan pengunungan Oregon sebagai salah satu kawasan wisata alam.

“Namun kita semua harus menjaga apa yang ada di pengunungan tersebut, selain kayu juga bunga Edelwies tadi. Hal itu harus menjadi komitmen bersama agar kelangsungan kehidupan lainya terjaga dengan baik,” sebut Abadi.

Abadi sangat potimis bila jalur wisata ke pegunungan Oregon segera dibuka, hal ini tidak mungkin akan mendatangkan wisatawan yang lebih banyak ke Takengon. Seterusnya tinggal penduduk lokal yang menikmati kedatangan wisatawan dengan menjual beranega ragam makanan dan sovenir nantinya.

“Ya, nanti kalau sudah dibuka pasti akan berdampak kepada ekonomi masyarakat setempat. Bisa berjualan makanan serta sovenir. Dimana-mana kalau ada wisatawan pasti sovenir lari,” ucap Abadi

Lain itu, kepada bawahanya Abadi berpesan jangan bosan-bosanya terus mempromosikan Aceh Tengah dengan alam yang ada saat ini. “Kita harus terus bergerak dengan cepat agar tidak ketinggalan dengan provinsi dan kabupaten lain,” harap Abadi dalam satu kesempatan kepada bawahan. (jur/min)