Berikut Dugaan Konflik Kepentingan Presiden Trump

Donald Trump (kanan) dan sang istri, Melania, serta anak mereka, Barron, di Gedung Putih, Washington DC, Minggu (11/6). (CAROLYN KASTER/AP PHOTO)

Harianrakyataceh.com – Gugatan Partai Demokrat kepada Donald Trump tidak lepas dari berbagai kejadian yang melibatkan banyak biaya. Para penggugat menyatakan Trump punya konflik kepentingan sedikitnya di 25 negara. Dan sepertinya, dia menggunakan jabatan sebagai presiden untuk memaksimalkan keuntungan bisnisnya. Berikut beberapa di antaranya.

Trump International Hotel – Delegasi Arab Saudi menghabiskan USD 270.000 (sekitar Rp 3,5 miliar) di Trump International Hotel milik Presiden Donald Trump. Trump Organization tidak menyanggah laporan itu dan mengaku bakal mendonasikan seluruh keuntungan tersebut pada akhir tahun nanti.

Secret Service – Selama kampanye pilpres, seluruh staf Secret Service yang bertugas memberikan perlindungan kepada Trump (ketika itu masih menjadi capres Partai Republik) dikenai biaya saat naik pesawat pribadi Trump, Boeing 757. Seluruh biaya dibayarkan ke TAG Air, milik Trump. Secret Service juga harus membayar tempat yang mereka sewa di Trump Tower selama mengawal Melania dan Barron di Kota New York. Biayanya pun dibayarkan ke Trump Organization. Seluruh biaya mencapai USD 27 juta (sekitar Rp 358,2 miliar).

Mar-a-Lago – Pada tiga pekan pertama kepresidenannya, Trump menghabiskan dua pekan di Mar-a-Lago Club yang terletak di Palm Beach, Florida. Kabarnya, Mar-a-Lago menagihkan biaya acara-acara yang diadakan Trump ke Gedung Putih. Padahal, untuk acara-acara yang dihadiri Trump, ada biaya tambahan.

Pipa Dakota – Trump meloloskan legislasi pembangunan pipa distribusi minyak di Dakota yang sempat ditentang penduduk lokal. Ternyata Trump memiliki investasi USD 500.00 sampai USD 1 juta (sekitar Rp 6,6 miliar sampai Rp 13,2 miliar) di Energy Transfers Partners, perusahaan induk pemenang tender pembangunan pipa.(BBC, The Atlantic, CNBC/hep/c18/any)