Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 16 Jun 2017 05:22 WIB ·

Dikawal Brimob BKO Tongkang Arlin Bongkar Barang


 Barang milik PT Masaji Prayasa Cargo  (MPC) berhasil membongkardi pelabuhan Simpang Lhee kecamatan Julok, Kamis (15/6).
MAULANA/RAKYAT ACEH Perbesar

Barang milik PT Masaji Prayasa Cargo (MPC) berhasil membongkardi pelabuhan Simpang Lhee kecamatan Julok, Kamis (15/6). MAULANA/RAKYAT ACEH

ACEH TIMUR RA – Setelah beberapa hari bermasalah akhirnya PT Masaji Prayasa Cargo (MPC), berhasil membongkar barang kapal Tongkang Arlin 1818 yang bersandar di pelabuhan Simpang Lhee, Kecamatan Julok. Setelah dibongkar barang jenis boiler alat pemasak gas, berhasil digeserkan ke lokasi CPP Blok A Blang Nisam, Kecamatan Indra Makmur, dini hari Kamis (15/6).

Proses pergeseran barang berjalan lancar, dikawal ketat kepolisian Julok serta dibantu personil BKO Brimob. Pada saat proses pergeseran sempat timbul protes kembali dari warga, namun kondisi berhasil dikondusifkan Muspika setempat yang turut ke lokasi.

Mesin pemasak gas tersebut diketahui diimpor dari India dengan memiliki bobot 85 ton. Barang tersebut dibawa dengan mobar khusus dan tiba ke lokasi pada pukul 03.15 WIB.

Kapolsek Julok Ipda Eko Hadianto memimpin langsung proses pergeseran barang. Pihaknya mengaku dibantu personil Brimob telah berupaya memaksimalkan pengawalan barang. “Alhamdullilah semua berjalan baik dan aman berkat komunikasi yang telah kita bangun, sehingga berbagai persoalan sudah memiliki titik temu,” kata Kapolsek.

Camat Julok Zainuddin membenarkan kapal tongkang telah berhasil dibongkar setelah melewati proses mediasi yang panjang. Selaku Muspika ia mengucap terimakasih banyak pada warga yang telah mendegar musyawarah.

“Kami bangga atas sikap positif warga yang telah mendengar dan menanggapi dengan baik masalah ini. Sebagai Muspika kecamatan kami telah mencoba mediasi segala persoalan yang terjadi. Apapun persoalan ini kami Muspika tidak membiarkan adanya timbul korban. Begitu juga seluruh tuntutan dan aspirasi masyarakat akan kita musyawarahkan kembali dengan semua pihak,” kata Zainuddin.(mag-75/mai)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Dukung PON dan Ekonomi Syariah, KB Bank Syariah Hadir di Lhokseumawe

14 July 2024 - 19:24 WIB

Pasien Anak asal Aceh Timur di Rujuk ke RSUDZA, Haji Uma Bantu Biaya Pendampingan

14 July 2024 - 15:51 WIB

Jelang Pilkada, Mualem Ajak PA dan KPA Seluruh Aceh Jaga Kekompakan

14 July 2024 - 15:21 WIB

Aceh Catat Rekor MURI Memasak Bubur Asyura dengan Belanga Terbesar

14 July 2024 - 14:46 WIB

Pj Gubernur Aceh Minta Orang Tua Antar Anak di Hari Pertama Sekolah SD/MI

14 July 2024 - 14:45 WIB

Pimpinan DPRA Minta Menteri PUPR Segera Bangun Jalan Dua Jalur Meulaboh-Jeuram

14 July 2024 - 13:44 WIB

Trending di DAERAH