ilustrasi

IDI (RA) – Iwan Maulana alias Burak, warga Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Pereulak, Aceh Timur melarikan diri dengan sepengetahuan petugas. Kasus tersebut terbongkar kemarin, padahal peristiwanya terjadi Kamis (15/6).

Burak merupakan narapidana kasus peledakan bom di sebuah ruko jalan Medan-Banda Aceh, tepatnya Desa Tanoh Anoe, Kecamatan Idi Rayeuk, 4 Oktober 2016. Informasi yang berhasil dihimpun, Burak diberi izin oleh petugas Rutan untuk pulang ke rumahnya. Selain sepengetahuan petugas, Burak juga tidak mendapat pengawalan.

Namun hingga kemarin Burak dilaporkan belum kembali ke Rutan. Kepala Rutan Idi, Irdiansyah Rana enggan berkomentar terkait kaburnya napi. Sejumlah wartawan media nasional dan lokal bahkan sempat menemuinya meminta keterangan.

“Saya tidak bisa memberi komentar dulu terkait permasalahan ini. Secara tegas kita belum bisa memberi keterangan,” ujar Irdiansyah Rana, saat ditemui di ruang kerjanya.

Sementara itu, Kapolres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyanto mengkritisi kinerja pengawasan di Rutan Idi. Bahkan ia mengaku akan memeriksa petugas Rutan Idi yang membuat tak kembalinya tahanan.

Menurut Kapolres, tidak kembalinya tahanan Rutan Idi diduga akibat kelalaian petugas. Padahal secara aturan kata Rudi, pada saat tahanan pulang ke rumah perlu pengawalan ketat dari petugas. “Bagaimana bisa seorang warga binaan pulang tanpa pengawalan dari pihak Rutan. Ini bisa dikatakan kelalaian petugas,” kata Kapolres.

Kapolres menilai kinerja pengawasan Rutan Idi perlu dibenahi, bahkan bukan kali ini saja kasus lari narapidana. Jika kasus ini memiliki unsur kesengajaan nantinya petugas keamanan bakal diperiksa, pasalnya ada tiga narapidana saat bertugas piket waktu Burak keluar.

“Ini jadi pertanyaan juga apakah ada unsur kesengajaan atau tidak. Maka kita akan melihat pemeriksaan nanti karena disinyalir ini bukan kali pertama napi kabur dari Rutan Idi,” tegas Kapolres. (mag-75/mai)