46 Sopir Jalani Tes Urine

Polisi bersama anggota BNNK Pidie dan Pidie Jaya, memeriksa hasil tes urin dan kesehatan sopir sebelum membawa para penumpang, di Terminal Terpadu Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Senin (19/0). ZIAN MUSTAQIM/RAKYAT ACEH

SIGLI (RA) – Polres Pidie bersama Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pidie dan Pidie Jaya, serta Polisi Militer gelar razia sopir di terminal terpadu Kota Sigli. Sebanyak 46 sopir bus dan minibus dikumpulkan untuk jalani tes urine, cek kesehatan dalam rangka menyambut arus mudik Idul Fitri.

Dalam operasi gabungan tersebut, ditemukan sopir berinisial HR (24) terindikasi narkoba jenis sabu dan ganja. Sementara dua lagi terindikasi morfin dan puluhan lainnya terindikasi obat-obatan terlarang golongan tiga.

Tidak ada yang ditangkap dalam operasi tersebut, sedangkan sopir yang terindikasi positif narkoba jenis sabu dan morfin, diistirahatkan dan diganti dengan sopir lainnya.
Kepala BNNK Pidie, AKBP Werdha Susetyo mengatakan operasi gabungan yang digelar malam hari tersebut, merupakan bagian dari operasi Rahmadniyah 2017. Selain sopir bus berinisial HR yang menggunakan sabu, dua sopir positif morfin serta puluhan konsumsi obat golongan tiga.

Tidak ada sopir yang ditahan usai razia, namun sopir yang menggunakan sabu dan morfin diganti sopir lainnya. Pada penumpang, petugas menjelaskan kondisi puluhan sopir yang konsumsi narkoba golongan tiga.

“Ada satu orang (konsumsi sabu) sudah kita assement, tak bisa kami tahan karena tidak ada barang bukti. Pengakuannya, dia gunakan tiga hari lalu. Namun dia kami minta ganti sama perusahaan yang memperkerjakannya dan kami rekom untuk direhap. Dua orng terindikasi morfin kami istirahatkan juga, karena membahayakan penumpang. Puluhan lainnya hanya kami laporkan kepada penumpangnya masing-masing,” jelasnya.

Ia menjelaskan mayoritas sopir positif narkoba golongan tiga dan morfin, akibat konsumsi obat sakit kepala, sakit gigi dan minuman berenergi. Di dalam obat tersebut terdapat jenis kimia Benzo Diazepang.

“Kami rekomendasi pada Organda untuk mengecek semua sopir agar tidak menggunakan obat-obatan terlarang, apalagi saat itu membawa penumpang, akan sangat membahayakan,” tegas Werdha, Senin malam (19/6).

Sementara Komandan Operasi Rahmadniyah, Kasat Lantas Polres Pidie, Iptu Rina Bintar Handayani S.IK, mengatakan razia sopir yang dilakukan guna mencegah adanya sopir nakal dan kurang sehat saat membawa penumpang. Hal itu guna mencegah terjadinya kecelakaan di jalan raya menyambut mudik dan arus balik nanti.

“Kami cek kelengkapan mereka, tes kesehatan juga, jika darahnya tidak normal maka kami rekomendasi istirahat dan diganti sopir kedua. Jika keduanya bermasalah, pihak Organda harus meminta sopir lainnya, guna keselamatan penumpang menjelang dan setelah lebaran,” katanya.

Ia juga mengatakan, operasi tersebut akan rutin dilaksanakan selama 16 hari. Selain pada sopir, nanti juga pada para penumpang. “Jika ada yang membawa senjata tajam juga akan diamankan personel gabungan,” terang Rina.

Pihaknya juga telah menyiapkan empat pos, dua Pos Keamanan dan dua Pos pelayanan, satu diantaranya di Pidie Jaya. (zia/mai)