Penggunaan Pertalite Sangat Dianjurkan

ILUSTRASI FOTO Beky Subechi/Jawa Pos)

BANDAACEH (RA) – Para pengguna kendaraan bermotor sudah saatnya meninggalkan Premium dan beralih ke Pertalite. Terlebih bagi pengguna kendaraan yang menggunakan mesin produksi terbaru, penggunaan Pertalite sudah sangat dianjurkan.

Demikian disampaikan Abdillah, Technical Training PT Capella Dinamik Nusantara (CDN), main dealer Honda beberapa waktu lalu.

Menurut Abdillah, kendaraan terbaru memiliki mesin berteknologi terbaru pula. Mesin kendaraan terbaru memiliki kompresi tinggi dan secara otomatis membutuhkan bahan bakar yang cocok dengan kompresi tinggi untuk menghasilkan pembakaran sempurna.

“Oleh karena itu, kami selalu menyarankan konsumen kami untuk menggunakan BBM dengan RON tinggi, seperti Pertalite. Kandungan RON tinggi akan sangat cocok digunakan di motor teknologi terbaru karena akan menghasilkan pembakaran sempurna,” kata Abdillah.

Abdillah menambahkan, pembakaran yang sempurna akan menghasilkan tenaga besar serta memperkecil emisi. Teknologi tersebut, lanjut Abdillah, lazim disebut dengan teknologi ramah lingkungan.

Begitu pula sebaliknya, sambung Abdillah, penggunaan Premium (RON 88) pada mesin-mesin, terutama produksi terbaru akan berdampak buruk bagi mesin itu sendiri. Penggunaan Premium dalam jangka waktu tertentu, lanjutnya, akan mempengaruhi kinerja dan keawetan mesin. “Sisa pembakaran yang tidak sempurna akan menimbulkan kerak pada mesin. Hal inilah yang mempengaruhi kinerja dan umur mesin,” jelasnya.

Anjuran penggunaan Pertalite juga disuarakan Wily, salah seorang pemilik bengkel di kawasan Jalan Teuku Umar, Banda Aceh. Sebagai sosok yang berkecimpung dalam dunia otomotif, Willy paham betul, bahwa Premium memiliki dampak buruk terhadap mesin, sehingga peralihan dari Premium ke Pertalite dianggap sebagai kebutuhan.

Di sisi lain, lanjut dia, sebagai bahan bakar minyak dengan oktan tinggi, Pertalite bisa merawat mesin dan membuat performa mesin menjadi optimal di segala medan. “Kalau sayang motor ya harus beralih ke Pertalite. Tarikan oke dan nggak menimbulkan kerak pada mesin. Biaya perawatan tentu jadi lebih murah,” kata Wily.

Kharisma, seorang warga Kota Banda Aceh yang selalu beraktivitas dengan Honda Brio mengungkapkan keandalan Pertalite. Menurutnya, setelah beralih ke Pertalite, dia merasa bahwa mobil kesayangannya menjadi lebih bertenaga dan hemat.

“Mungkin karena oktannya lebih tinggi dari Premium, sehingga proses pembakaran menjadi lebih sempurna. Mobil saya jadi lebih hemat 20 hingga 25 persen, dan tarikan mesin jadi lebih ringan dan bertenaga,” ujar Kharisma.

Kharisma mengakui, hampir seluruh teman komunitasnya sudah beralih menggunakan Pertalite. Hal demikian, lanjutnya, tak lepas dari kesadaran masyarakat bahwa menggunakan Pertalite memiliki banyak keuntungan dibandingkan Premium.

“Kehadiran Pertalite memberikan alternatif pilihan penggunaan BBM bagi masyarakat Aceh. Saya yakin, sebagian pengguna Premium menyadari kerugian yang akan terjadi pada mesin kendaraan mereka. Nah, kehadiran Pertalite dengan harga yang relatif terjangkau tentu saja membuat masyarakat bisa mempergunakan BBM berkualitas tinggi dengan harga terjangkau,” sambung Kharisma. (ri/ra)