Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

INTERNASIONAL · 3 Jul 2017 10:42 WIB ·

Italia Ancam Tutup Pelabuhan untuk Pengungsi


 Pengungsi Libya Mengantre untuk Turun dari Kapal di Pulau lampedusa, italia. Foto AFP Perbesar

Pengungsi Libya Mengantre untuk Turun dari Kapal di Pulau lampedusa, italia. Foto AFP

Harianrakyataceh.com, ROMA – Italia mulai kesal dengan negara-negara Eropa lainnya terkait urusan pengungsi Afrika Utara dan Timur Tengah. Pasalnya, selama ini hampir seluruh pengungsi yang diselamatkan dibawa ke Italia.

Menteri Dalam Negeri Italia Marco Minniti mengatakan, pihaknya mulai kewalahan diserbu gelombang pengungsi. Karena itu, Italia berharap negara-negara lain di Eropa ikut membuka pelabuhan mereka untuk kapal-kapal penyelamat yang membawa para pengungsi tersebut.

”Kami berada di bawah tekanan yang luar biasa besar,” ujar Minniti kemarin, Minggu (2/7), sebelum bertemu Menteri Dalam Negeri Prancis Gerard Collomb, Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maiziere, serta Komisioner untuk urusan pengungsi di Uni Eropa (UE) Dimitris Avramopoulos di Paris. Mereka akan membahas masalah krisis pengungsi tersebut.

Pada harian Il Messaggero, Minniti mengungkapkan bahwa pengungsi yang masuk ke Italia tahun ini naik 19 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sejak awal tahun sudah ada 83.650 pengungsi maupun imigran yang masuk ke Roma.

Negara yang dipimpin Presiden Sergio Mattarella itu memiliki 200 ribu tempat untuk mengakomodasi imigran. Hampir seluruh tempat tersebut telah terisi.

Hampir setiap hari kapal-kapal dari LSM, penjaga pantai Italia, serta kapal-kapal yang menjaga perbatasan UE menolong para pengungsi yang terkatung-katung di laut Mediterania. Kapal-kapal tersebut mengibarkan bendera berbagai negara di Eropa.

Tapi, para pengungsi itu selalu dibawa ke pelabuhan Italia. Pekan lalu Italia sempat mengancam bakal menutup pelabuhannya bagi kapal-kapal penyelamat yang bukan milik pemerintah Italia.

”Saya bakal bangga jika satu kapal saja pergi ke pelabuhan negara Eropa yang lain, bukannya ke pelabuhan Italia,” tegas Minniti. Menurut dia, itu bakal menjadi sinyal positif bahwa negara lain juga mau berbagi beban.

Pemerintah Italia ingin proses permohonan suaka dilakukan di Libya. Hanya mereka yang loloslah yang berhak masuk Italia. Dengan begitu, diharapkan pencari suaka tidak membeludak seperti saat ini karena ada penyaringan lebih dahulu.

Yang menyaring adalah badan pengungsi PBB alias UNHCR. Imigran yang tiba karena alasan ekonomi bakal dipulangkan lagi ke negara asalnya.

Senada dengan Italia, PBB meminta negara-negara Eropa yang lain ikut membantu menampung para pengungsi yang baru datang.

Komisoner UNHCR Filippo Grandi menegaskan, Italia butuh dukungan dunia internasional untuk mengatasi lonjakan kedatangan para pengungsi. Pekan lalu saja sudah ada 12.600 imigran dan pengungsi yang tiba di pantai Italia.

”Usaha penyelamatan ini harus diteruskan dan diperkuat. Tapi, ini tidak bisa menjadi masalah Italia saja,” tegasnya. Negara-negara lain harus ikut mengulurkan tangan.

Imigran yang tiba di Italia memang bakal disebar ke negara-negara Eropa yang lain. Tapi, penyebarannya sangat lambat dan jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan yang berdatangan.

Berdasar data UNHCR, sejak September 2015 hingga April 2017, ada 5.001 pencari suaka yang sudah direlokasi dari Italia ke 18 negara Eropa lainnya. Itu hanya 14 persen dari target awal, yaitu 34.953 orang.

Menurut Grandi, negara-negara Eropa lainnya harus benar-benar terlibat dalam sistem distribusi para imigran dan pengungsi tersebut. Dengan begitu, prosesnya bisa sesuai target. (AFP/BBC/AlJazeera/sha/c10/any)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

ISBI Aceh Beri Ruang Seniman dan Budayawan Raih Gelar Sarjana

16 July 2024 - 20:12 WIB

Presiden Jokowi Transit di Aceh Sebelum Bertolak ke Abu Dhabi

16 July 2024 - 18:03 WIB

Pimti Kemenkumham Aceh Hadiri Rakordal Program Dukman Tahun 2024

16 July 2024 - 15:52 WIB

Waskita Karya Bangun Lapangan Pacu Kuda Persiapan PON Aceh – Sumut

16 July 2024 - 15:40 WIB

AKN Aceh Barat dan DSI Gelar Pelatihan Sembelih Ayam Halal

16 July 2024 - 15:11 WIB

Polres Aceh Besar Gelar Farewell Parade dan Tradisi Pedang Pora dalam Rangka Lepas Sambut Jabatan Kapolres

16 July 2024 - 06:17 WIB

Trending di METROPOLIS