Nagan Raya Pangkas 3.000 Honorer

Sedot Anggaran Rp36 Miliar

SUKA MAKMUE (RA)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya memangkas sekitar 3.000 tenaga kerja honorer di jajaran pemerintah setempat sejak Juli 2017. Pemberhentian honorer itu sudah disampaikan jauh-jauh hari.

Sekda Nagan Raya, Cut Intan Mala mengatakan, pemberhentian terpaksa dilakukan sebab aturan sudah tidak membenarkan lagi tenaga honorer. Namun pihaknya kesulitan untuk mengambil keputusan. Kini pemerintah telah bersikap, honorer yang telah bekerja berakhir sampai Juni mendatang.
“Untuk sementara ini semua honorer di jajaran Pemkab Nagan Raya diberhentikan sementara, kecuali ada pekerjaan yang tidak mungkin dikerjakan Pegawai Negeri Sipil (PNS),” kata Cut Intan Mala, di Suka Makmue, Senin (3/7).

Ia menilai, keberadaan honorer di setiap SKPK Nagan Raya itu membuat PNS malas bekerja. Banyak PNS meminta honorer menjalankan pekerjaannya. “Dengan adanya honorer yang selama ini membuat malas PNS, jadi semua pekerjaan PNS dilimpahkan ke honorer,” katanya.

Selain itu, kata Sekda, Pemkab Nagan Raya mengeluarkan biaya dalam setahun untuk honorer mencapai puluhan miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Nagan Raya.
“Biaya untuk tenaga honorer sangat banyak, untuk setahun saja mencapai Rp36 miliar dengan jumlah honorer 3.000-an,” kata Cut Intan Mala. Maka Pemkab Nagan Raya memberhentikan sementara honorer, nanti bila dibutuhkan akan dipanggil kembali.

“Semua honorer di jajaran Pemkab Nagan Raya diberhentikan, kecuali pekerjaan yang tidak mungkin dikerjakan oleh pegawai seperti cleaning service, jaga malam, dan Supir,” kata Cut Intan Mala.(ibr/mai)