11 Puskesmas Pidie Jaya Belum Terakreditasi

Rakyat Aceh

MEUREUDU (RA) – Sebanyak 11 unit Pusat Kesehatan Masyarakat (Pukesmas) di Kabupaten Pidie Jaya, belum terakreditasi hingga kini. Padahal predikat ini merupakan hal yang sangat penting untuk peningkatan pelayanan kesehatan.

“Belum ada satu pun mendapat akreditasi Kementerian Kesehatan. Dari 11 Puskesmas, kami baru mengajukan tiga untuk dilakukan verifikasi oleh tim dari kementerian,” kata Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan (Diskes) Pidie Jaya, Moh Iqbal, kepada Rakyat Aceh, Senin (10/7).

Moh Iqbal mengatakan, diberlakukannya akreditasi Puskesmas merupakan program yang digulirkan Kementerian Kesehatan RI. Oleh sebab itu, ia berharap dukungan penuh dari Pemerintah Pidie Jaya.

“Pada 2019 seluruh Puskesmas di Indonesia sudah harus memiliki predikat itu,” ujarnya.
Dia meyakini, Puskesmas yang ada saat ini tidak akan mampu memperoleh akreditasi yang digadang-gadang jika melihat kondisi di lapangan. Meskipun demikian, pihaknya telah berusaha dan mengajukan tiga berkas pengakreditasian ke tim independen pusat. Ketiga Puskesmas itu di antaranya Pukesmas Bandar Baru, Pukesemas Trienggadeng dan Pukesmas Blang Kuta, Bandar Dua.

“Saat ini masih persiapan dan melakukan pembenahan pelayanan di Pukesmas masing-masing. Pada November nanti, tim verifikasi dari pusat akan turun,” tuturnya.

Dia menjelaskan, sedikitnya ada 746 elemen yang akan dinilai dalam proses akreditasi, termasuk pelayanan kesehatan yang diberikan oleh petugas kesehatan kepada masyarakat. Dari 746 elemen penilian itu, dibagi ke dalam tiga kelompok kerja (Pokja) yaitu, Adamistrasi, Upaya Kesehatan Masyarakat, dan Upaya Kesehatan Perorangan.

“ Dalam hal ini, Dinkes akan mendampingi dan memfasilitasi Pukesmes berdasarkan pelatihan yang telah diberikan kepada sejumlah petugas yang telah dilatih oleh tim pusat beberapa waktu lalu. Sebelum tim pusat turun, Dinkes akan melakukan Save Assesment terhadap 746 elemen penilain tersebut,” tandasnya. (mag-78/lin)