Polisi Temukan Tas Berlogo ISIS

Ist/Rakyat Aceh

SIGLI (RA) – Polisi menemukan tas berisi dua peluru aktif caliber 45 mm dan satu butir caliber 7,62 mm, pisau dapur dan satu kotak hitam, serta satu kertas berlogo ISIS. Di kertas itu, tercatat sejumlah tulisan dari Dalem Hasan kepada Geuchik Gampong Blang, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Sulaiman.

Tas ditemukan di depan Klinik dr. Agung, Simpang Keumangan, Kecamatan Mutiara Tmur, Kabupaten Pidie. Polisi meyakini pemiliknya bernama Nelvi, warga Pidie. Pemiliknya diduga memanfaatkan nama ISIS untuk memeras atau menipu warga.

Polres Pidie telah mengantongi sejumlah nama tersangka atas kasus tersebut. Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Goenawan menjelaskan dalam surat tersebut, dituliskan ucapan terima kasih yang disampaikan pada Geuchik Sulaiman, karena telah menyumbang dana pada pihaknya sejumlah Rp60 juta. Uang itu bersumber dari dana gampong, juga tertera nama Abu Hasyim, yang diduga sebagai penerima dana.

Ia menegaskan, dugaan sementara kasus ini hanyalah pemanfaatan guna pemerasan terhadap warga. Selain melakukan penyelidikan, polisi juga akan memanggil sejumlah saksi-saksi yang diduga terlibat.

“Kami sudah mengantongi sejumlah nama, hanya saja menunggu perintah untuk ditangkap dari atasan tertinggi. Kami juga sedang meningkatkan kewaspadaan terhadap instansi kepolisian, karena selama ini kami diduga menjadi target sasaran mereka, begitu juga polisi juga akan melindungi warganya dari pengaruh-pengaruh gerakan ISIS tersebut, yang dapat merusak keutuhan Negara,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, terduga teroris dari ISIS, masuk ke Aceh dengan cara penyamaran dan gerakan bawah tanah seperti gerakan di Poso dan daerah lainnya di Jawa. Pihak kepolisan mengaku sudah melakukan berbagai tingkat kewaspadaan dan gerakan membendung mereka selama ini.

“Polisi dan TNI akan bahu membahu menegakkan kedaulatan negara, apalagi misi ISIS untuk merubah ideologi Pancasila. Ini tidak boleh dibiarkan, kamijuga meminta kepada warga agar melaporkan jika ada gerakan-gerakan yang mencurigakan pada pihak keamanan, tentu tanpa harus main hakim sendiri,” pinta Goenawan. (zia/mai)