Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

UTAMA · 13 Jul 2017 04:16 WIB ·

Polisi Temukan Tas Berlogo ISIS


 Ist/Rakyat Aceh Perbesar

Ist/Rakyat Aceh

SIGLI (RA) – Polisi menemukan tas berisi dua peluru aktif caliber 45 mm dan satu butir caliber 7,62 mm, pisau dapur dan satu kotak hitam, serta satu kertas berlogo ISIS. Di kertas itu, tercatat sejumlah tulisan dari Dalem Hasan kepada Geuchik Gampong Blang, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Sulaiman.

Tas ditemukan di depan Klinik dr. Agung, Simpang Keumangan, Kecamatan Mutiara Tmur, Kabupaten Pidie. Polisi meyakini pemiliknya bernama Nelvi, warga Pidie. Pemiliknya diduga memanfaatkan nama ISIS untuk memeras atau menipu warga.

Polres Pidie telah mengantongi sejumlah nama tersangka atas kasus tersebut. Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Goenawan menjelaskan dalam surat tersebut, dituliskan ucapan terima kasih yang disampaikan pada Geuchik Sulaiman, karena telah menyumbang dana pada pihaknya sejumlah Rp60 juta. Uang itu bersumber dari dana gampong, juga tertera nama Abu Hasyim, yang diduga sebagai penerima dana.

Ia menegaskan, dugaan sementara kasus ini hanyalah pemanfaatan guna pemerasan terhadap warga. Selain melakukan penyelidikan, polisi juga akan memanggil sejumlah saksi-saksi yang diduga terlibat.

“Kami sudah mengantongi sejumlah nama, hanya saja menunggu perintah untuk ditangkap dari atasan tertinggi. Kami juga sedang meningkatkan kewaspadaan terhadap instansi kepolisian, karena selama ini kami diduga menjadi target sasaran mereka, begitu juga polisi juga akan melindungi warganya dari pengaruh-pengaruh gerakan ISIS tersebut, yang dapat merusak keutuhan Negara,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, terduga teroris dari ISIS, masuk ke Aceh dengan cara penyamaran dan gerakan bawah tanah seperti gerakan di Poso dan daerah lainnya di Jawa. Pihak kepolisan mengaku sudah melakukan berbagai tingkat kewaspadaan dan gerakan membendung mereka selama ini.

“Polisi dan TNI akan bahu membahu menegakkan kedaulatan negara, apalagi misi ISIS untuk merubah ideologi Pancasila. Ini tidak boleh dibiarkan, kamijuga meminta kepada warga agar melaporkan jika ada gerakan-gerakan yang mencurigakan pada pihak keamanan, tentu tanpa harus main hakim sendiri,” pinta Goenawan. (zia/mai)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

PLN ULP Tapaktuan Siagakan Personil Antisipasi Cuaca Buruk

23 May 2024 - 02:54 WIB

Pemkab Aceh Besar Gelar Pangan Murah untuk Warga Kecamatan Baitussalam

23 May 2024 - 02:50 WIB

BPBA Serahkan Bantuan Pemulihan Ekonomi bagi Korban Kebakaran di Aceh Besar

23 May 2024 - 02:46 WIB

Setelah Pengukuhan Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting, BKKBN Ajak Pangdam Iskandar Muda Bantu Tuntaskan Stunting di Aceh

22 May 2024 - 20:18 WIB

Rusak dan Amblas Ruas Jalan Provinsi, Warga Minta Pj Gubernur Aceh Turun ke Simeulue

22 May 2024 - 18:22 WIB

Kapolda Aceh Saksikan Simulasi Penerbangan Drone Ditsamapta Polda Aceh

22 May 2024 - 15:39 WIB

Trending di UTAMA