Pasukan AS Urung Tembak Kim Jong-un

Presiden Korea Utara Kim Jong-un memantau langsung ujicoba peluncuran rudal balistik 4 Juli lalu. Foto ini disiarkan kantor berita KCNA 7 Juli. Read more: http://www.riaupos.co/156160-berita-pasukan-as-urung-tembak-kim-jongun.html#ixzz4mnBysEVT

PYONGYANG (HARIANRAKYATACEH.COM) – Ada momen yang sangat terbuka bagi pasukan Amerika Serikat jika ingin ‘’menghabisi’’ pemimpin Korea Utara pada 4 Juli lalu, namun pilihan itu ternyata dikesampingkan.

‘’Ketika Korea Utara menguji rudal balistik antarbenua pertama yang sukses pada tanggal 4 Juli lalu, pasukan AS memiliki “tembakan yang sangat mudah untuk membunuh Kim dan (mereka) tidak melakukannya,” kata konsultan Strat For Asia Pasifik Rodger Baker kepada Business Insider.

Selama peluncuran, Kim dilaporkan berkeliaran di peron peluncur selama lebih dari satu jam, The Diplomat melaporkan, situasi ini sebenarnya memberi kesempatan kepada agen militer dan intelijen AS untuk menjadikannya target yang jelas,  kata berita tersebut.

Militer AS umumnya tahu kapan tes rudal Korea Utara akan terjadi, namun tentu saja belum melancarkan serangan pre-emptive untuk menghentikannya. ‘’Namun sesuatu yang  “tidak biasa” bahwa AS akan membiarkannya ‘’lepas’’ sehingga Kim yang sejatinya bisa dieliminasi dan ternyata tidak dilakukan, Baker menjelaskan.

Konsultan tersebut yakin kemungkinan Washington membiarkan informasi tersebut bocor untuk menunjukkan bahwa mereka tidak ingin membunuh Kim pada kesempatan apapun, dengan harapan bahwa tetap ada peluang untuk membujuk Korea Utara agar memperlambat laju rudal balistiknya dan pengembangan program nuklir

Di sisi lain,  informasi itu bisa diartikan lain, bahwa ini juga menunjukkan bahwa Kim rentan. “Jika program dilanjutkan, kita bisa menyerangnya, termasuk Kim,” Baker menjelaskan. Kapan pun rudal diluncurkan, video hampir selalu menunjukkan pemimpin Korea Utara menonton di tempat, menurut Business Insider.

Kim telah menjadi semakin paranoid tentang kemungkinan adanya dinas intelijen AS atau pembunuhan oleh pasukan khusus. Menlua AS Rex Tillerson telah menyatakan, bagaimanapun, bahwa Washington ingin “membawa Kim Jong-un ke akal sehatnya, tidak berlutut.”

Kim diketahui kerap melakukan perjalanan hanya pada malam hari dan menggunakan kamuflase pada  ’Mercedez-Benz nya untuk membingungkan pembunuh bayaran yang mengincarnya.(sputniknews/zar)