Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

TEKNOLOGI · 15 Jul 2017 02:20 WIB ·

Kemenkominfo Sebut Layanan Chat Telegram Jadi Sarang Teroris


 Ilustrasi (Reuters) Perbesar

Ilustrasi (Reuters)

Harianrakyataceh.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah meminta Internet Service Provider (ISP) untuk memblokir sebelas Domain Name System (DNS) milik Telegram. Pemblokiran tersebut dinilai harus dilakukan dan mendesak.

Dirjen Aplikasi Informatika Semuel A. Pangerapan mengungkapkan, layanan chat Telegram kerap digunakan teroris dalam bertukar informasi. Banyak kanal yang ada di Telegram bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, disturbing images, dan lainnya.

“Layanan itu bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya.

Sementara ke-11 DNS yang diblokir adalah sebagai berikut: t.me, telegram.me, telegram.org, core.telegram.org, desktop.telegram.org, macos.telegram.org, web.telegram.org, venus.web.telegram.org, pluto.web.telegram.org, flora.web.telegram.org, dan flora-1.web.telegram.org.

Dampak pemblokiran ini adalah tidak bisa diaksesnya layanan Telegram versi web (tidak bisa diakses melalui komputer). Sedangkan untuk Telegram versi aplikasi smartphone masih bisa digunakan. Namun, tidak menutup kemungkinan juga akan diblokir dalam waktu dekat.

Layanan pesan chat Telegram ini, menurut Samuel, dapat membahayakan keamanan negara karena tidak menyediakan Standard Operating Procedure (SOP) dalam penanganan kasus terorisme. Sementara pemblokiran dilakukan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Saat ini kami juga sedang menyiapkan proses penutupan aplikasi Telegram secara menyeluruh di Indonesia apabila Telegram tidak menyiapkan SOP penanganan konten-konten yang melanggar hukum dalam aplikasi mereka,” pungkas Samuel. (cr1/JPG)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Seluruh Fraksi DPRA Setujui Ranqan Pertanggungjawaban APBA 2023 Diqanunkan

17 July 2024 - 03:59 WIB

ISBI Aceh Beri Ruang Seniman dan Budayawan Raih Gelar Sarjana

16 July 2024 - 20:12 WIB

Presiden Jokowi Transit di Aceh Sebelum Bertolak ke Abu Dhabi

16 July 2024 - 18:03 WIB

Pimti Kemenkumham Aceh Hadiri Rakordal Program Dukman Tahun 2024

16 July 2024 - 15:52 WIB

Waskita Karya Bangun Lapangan Pacu Kuda Persiapan PON Aceh – Sumut

16 July 2024 - 15:40 WIB

AKN Aceh Barat dan DSI Gelar Pelatihan Sembelih Ayam Halal

16 July 2024 - 15:11 WIB

Trending di NANGGROE BARAT