Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

INTERNASIONAL · 16 Jul 2017 11:47 WIB ·

Tak Mau Diblokir, Pendiri Telegram Tawarkan Tiga Solusi


 Pendiri Telegram Pavel Durov (pctechmag.com) Perbesar

Pendiri Telegram Pavel Durov (pctechmag.com)

Harianrakyataceh.com – Telegram tampaknya tidak mau lama-lama berpolemik dengan pemerintah Indonesia. Supaya aplikasi pesan instan itu tetap bisa berjalan dengan lancari, pendiri Telegram, Pavel Durov menawarkan tiga solusi kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Selain itu, dia juga mengakui ada miskomunikasi dengan lembaga pimpinan Rudiantara itu.
Durov menyampaikan solusi itu melalui kanalnya di Telegram, Durov’s Channel. Pesan disampaikan dalam bahasa Inggris dan bisa diakses secara umum bagi pengguna Telegram. Dia membuka pesan panjangnya dengan judul Some Thoughts on Indonesia dan mengatakan betapa pentingnya Indonesia bagi Telegram.

’’Banyak pengguna baru dari Indonesia, dan sekarang kami punya jutaan pengguna di negara indah itu. Saya juga penggemar berat Indonesia, sudah beberapa kali ke sana, dan punya banyak teman di sana,’’ ujar Durov.

Tampilan pesan dari pendiri Telegram, Pavel Durov di kanalnya.

Tampilan pesan dari pendiri Telegram, Pavel Durov di kanalnya. (Telegram)

Itulah kenapa, dia merasa kecewa ketika tahu Kemenkominfo dan timnya menyarankan untuk melakukan blokir terhadap Telegram. Kementerian juga sudah menghubungi Telegram atas beberapa kanal yang berkaitan dengan konten terorisme di aplikasi besutannya. Namun, timnya tidak bisa mengatasi masalah itu dengan cepat.

’’Sayangnya, saya tidak menyadari ada permintaan itu dan menyebabkan miskomunikasi dengan kementerian. Untuk memperbaiki situasi ini, kami menerapkan tiga langkah,’’ imbuhnya. Adapun tiga langkah antisipatif Telegram adalah:

1.    Kami telah memblokir seluruh kanal yang berkaitan dengan terorisme seperti yang telah dilaporkan oleh Kemenkominfo.

2.    Saya mengirim email balik ke Kemenkominfo untuk membangun kanal komunikasi langsung. Itu akan membuat kami bekerja lebih efisien untuk mengidentifikasi dan memblokir propaganda teroris di masa depan.

3.    Kami akan membangun tim yang memiliki pengetahuan tentang bahasa Indonesia dan kultur untuk menjadi moderator yang bisa memproses berbagai laporan terkait konten teroris dengan lebih cepat dan akurat.

Pria kelahiran 10 Oktober 1984 itu juga menegaskan kalau Telegram adalah aplikasi pesan instan yang sangat terenkripsi dan berorientasi pada privasi. Meski demiakian, dia menegaskan tidak memiliki teman teroris. Dia juga menyinggung fakta kalau setiap bulan pihaknya telah memblokir ribuan kanal yang berkaitan dengan ISIS melalui @isiswatch.

Durov menekankan, Telegram akan terus berjuang untuk bisa lebih efisien dalam mencegah propaganda teroris. Dia juga maykinkan kalau Telegram sangat terbuka dengan berbagai ide untuk membuat hal itu menjadi lebih baik. ’’Saya mengirim email ke kementerian tentang saran itu dan menunggu feedback mereka,’’ imbuhnya.

Pria Rusia itu yakin betul, kalau bisa mengurangi propaganda teroris tanpa mengurangi penggunaan Telegram oleh jutaan warga Indonesia. Dia juga berjanji untuk memberikan update terbaru melalui kanalnya, dan bagaimana Telegram akan dikembangkan di Indonesia serta global. (dim/JPK)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

ISBI Aceh Beri Ruang Seniman dan Budayawan Raih Gelar Sarjana

16 July 2024 - 20:12 WIB

Presiden Jokowi Transit di Aceh Sebelum Bertolak ke Abu Dhabi

16 July 2024 - 18:03 WIB

Pimti Kemenkumham Aceh Hadiri Rakordal Program Dukman Tahun 2024

16 July 2024 - 15:52 WIB

Waskita Karya Bangun Lapangan Pacu Kuda Persiapan PON Aceh – Sumut

16 July 2024 - 15:40 WIB

AKN Aceh Barat dan DSI Gelar Pelatihan Sembelih Ayam Halal

16 July 2024 - 15:11 WIB

Polres Aceh Besar Gelar Farewell Parade dan Tradisi Pedang Pora dalam Rangka Lepas Sambut Jabatan Kapolres

16 July 2024 - 06:17 WIB

Trending di METROPOLIS