Jumlah Penduduk Miskin Aceh Bertambah 31 Ribu

Rastra Tak Tersalurkan

TAK LAYAK: Rumah milik Hamidi, di gampong paloh, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie. Jumlah penduduk miskin Aceh telah bertambah 31 ribu orang.
ZIAN MUSTAQIN/RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA) – Jumlah penduduk miskin di Aceh bertambah mencapai 872 ribu orang (16,89 persen). Jumlah ini bertambah sebanyak 31 ribu orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 2016 yang jumlahnya 841 ribu orang (16,43 persen).

“Salah satu penyebab pertambahan ini terkait dengan pembagian raskin atau rastra yang di awal tahun belum disalurkan,” ungkap Kepala BPS Aceh Wahyudin MM, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, Senin (17/7), terkait rilis yang dikeluarkan BPS Aceh melalui websitenya, aceh.bps.go.id.

Disampaikannya, seperti diketahui beras merupakan salah satu komponen terbesar terkait penghitungan garis kemiskinan. “Disamping itu juga terkait dengan penyedian lapangan pekerjaan dan peningkatan pendapatan masyarakat.”

Selain itu dari survei dan analisa dilakukan BPS Aceh diketahui, selama periode September 2016-Maret 2017, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan dan perdesaan mengalami peningkatan, di perkotaan mengalami peningkatan sebesar 0,32 persen (dari 10,79 persen menjadi 11,11 persen), dan di daerah perdesaan mengalami peningkatan 0,57 persen (dari 18,80 persen menjadi 19,37 persen).

Komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan di perkotaan relatif sama dengan di perdesaan, diantaranya adalah beras, rokok, dan ikan tongkol/tuna/cakalang. Sedangkan untuk komoditi bukan makanan yang berpengaruh terhadap nilai Garis Kemiskinan adalah biaya perumahan, bensin, dan listrik.

Pada periode September 2016-Maret 2017, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) mengalami penurunan dari 3,062 pada September 2016 menjadi 2,978 pada Maret 2017. Sementara itu Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) mengalami penurunan dari 0,867 pada September 2016 menjadi 0,807 pada Maret 2017.

Pada Maret 2017, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Aceh yang diukur oleh Gini Ratio tercatat sebesar 0,329. Angka ini menurun sebesar 0,012 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2016 yang sebesar 0,341.

Distribusi pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah adalah sebesar 20,33 persen pada Maret 2017. Jika dirinci menurut wilayah, di daerah perkotaan angkanya tercatat sebesar 19,08 persen,sementara untuk daerah perdesaan angkanya tercatat sebesar 22,07 persen.

Sementara berdasarkan rilis BPS diketahui secara nasional, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 27,77 juta orang (10,64 persen), bertambah sebesar 6,90 ribu orang dibandingkan dengan kondisi September 2016 yang sebesar 27,76 juta orang (10,70 persen). (min)