Literasi Industri Jasa Keuangan Masyarakat Aceh Ketiga di Sumatera

 

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh, Ahmad Wijaya Putra memberikan sambutan pada peresmian Kantor Otoritas jasa Keuangan Aceh (OJK), Pango, Banda Aceh, Senin(17/7). (al amin/rakyat aceh)

BANDA ACEH (RA) – Berdasarkan survey dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Tingkat literasi industri keuangan masyarakat Aceh sudah semakin meningkat sejak tiga tahun berselang.

Hal ini diungkapkan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh, Ahmad Wijaya Putra saat peresmian Gedung Kantor OJK di kawasan Jalan Prof Ali Hasyimi, Pango Raya Banda Aceh, Senin (17/7).

Disebutkan, indeks literasi keuangan (kecakapan atau kesanggupan dalam hal keuangan) masyarakat Aceh kini, dalam 100 orang 33 diataranya mengetahui jasa-jasa keuangan beserta produk-produknya.

Disampaikan, berdasarkan survei nasional literasi dan industri keuangan tahun 2016 diketahui indeksi literasi Aceh 32,73 persen masyarakat Aceh telah mengenal industri jasa keuangan. Hal ini naik dari survei dilakukan OJK di tahun 2013, yakni 26,75 persen.

“Dari survei ini dapat kita ilustrasikan, bahwa dari 100 masyarakat Aceh terdapat dari 33 orang yang telah mengetahui industri jasa keuangan serta produk-produknya,” tukasnya lagi.

Disampaikannya, berdasarkan survei diketahui juga tingkat inklusi keuangan juga mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Yakni dari 48,5 persen di tahun 2013, survey di tahun 2016 meningkat menjadi 73,49 persen masyarakat Aceh telah menggunakan jasa industri keuangan.

“Dengan pencapaian tingkat literasi dan inklusi keuangan ini, di Sumatera aceh menempati peringkat ketiga setelah Kepri dan Medan,” pungkasnya. (min)