Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 21 Jul 2017 07:15 WIB ·

Penjual Satwa Liar Ditangkap


 PENYELUDUPAN ORGAN: Konferensi pers terkait pengagalan penyuludupan organ satwa dilindungi oleh Polda Aceh bersama BKSDA Aceh di Banda Aceh, Kamis (20/7).
HENDRI/RAKYAT ACEH Perbesar

PENYELUDUPAN ORGAN: Konferensi pers terkait pengagalan penyuludupan organ satwa dilindungi oleh Polda Aceh bersama BKSDA Aceh di Banda Aceh, Kamis (20/7). HENDRI/RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA) – Polda Aceh bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) berhasil gagalkan perdagangan sejumlah organ tubuh satwa dilindungi yang hendak diselupkan ke luar Aceh. Adapun organ tubuh tersebut, berupa opsetan kepala rusa, sisik dan lidah tringgiling, cula badak.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh, Kombes Pol Armensyah Thay, menyebutkan organ tubuh satwa dilindungi itu mereka dapatkan dari seorang tersangka berinisial Ag (53) yang merupakan penadah, rencananya barang tersebut hendak dibawa ke Cina.

“Pelaku kita tangkap pekan lalu, yakni pada hari Rabu 12 Juli 2017 sekitar pukul 11.00 WIB di rumahnya di kawasan Gampong Batu Hitam, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan. Penangkapan ini kita lakukan dengan cara anggota terlebih dahulu menyamar sebagai pembeli, setelah itu langsung kita amankan,” sebutnya, Kamis (12/7).

Ia juga mengungkapkan, pelaku yang diamankan sudah menjadi penadah opsetan hewan dilindungi selama 6 tahun.
“Selama itu ia membeli barang itu dari masyarakat, dengan harga beraneka ragam,” katanya.

Sementara itu, dari sejumlah organ tubuh itu didapatkan cula badak Sumatera yang sudah berusia sekitar 50 tahun hingga 60 tahun.
“Kalau masih hidup, seperti Tringgiling itu dibunuh dulu baru diambil sisiknya, sedangkan dagingnya biasanya ada juga dimakan. Pelaku memasarkannya sampai ke Cina,” tegasnya.

Dari hasil pengakuan pelaku, sebut Armensyah Thay, sisik Tringgiling itu dijual dengan harga antara Rp2 juta hingga Rp4 juta perkilogramnya. Sedangkan barang lainnya pelaku belum mengetahui harganya, akan tetapi tentunya opsetan hewan dilindungi itu memiliki harga yang tinggi.
“Pelaku dijerat dengan pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 ayat (2) huruf A, B dan D Undang-Undang Nomor 05 Tahun 1990 Jo Pasal 55,56 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” tutupnya. (ibi/mai)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Israel Bikin Murka PBB dan Kelompok Kemanusiaan Setelah Menghancurkan Terowongan Gaza

12 July 2024 - 16:03 WIB

Haji Uma Surati Gubernur Aceh, Dorong Libatkan MPU Dalam Perizinan Pergelaran Seni dan Hiburan

12 July 2024 - 11:53 WIB

Pasha Ungu Tampil di Aceh, Ini Komentar Sejuk Arie Ambon

11 July 2024 - 20:02 WIB

Peringati Tahun Baru Islam, Ini Pesan Danrem Lilawangsa untuk Prajurit TNI

11 July 2024 - 19:55 WIB

FKUB Provinsi Aceh Gelar Dialog Harmoni Menuju Pilkada Damai 2024

11 July 2024 - 18:05 WIB

Satpol PP Banda Aceh tertibkan pengemis di Pos Polantas Simpang Lima

11 July 2024 - 17:21 WIB

Trending di UTAMA