Krisis Masjidilaqsa, RI Minta Bantuan AS

PROTES: Warga Palestina saat menghelat demo menentang keberadaan detektor logam di kompleks Masjidilaqsa. (AP Photo/Nasser Nasser)

Harianrakyataceh.com – Situasi di kompleks Al Aqsa semakin buruk. Tindak kekerasan oleh pihak keamanan Israel dalam beberapa waktu terakhir tidak hanya telah mengakibatkan tiga korban meninggal dan lebih dari seratus korban luka-luka. Tapi, juga telah meningkatkan ketegangan dan sangat membatasi kegiatan beribadah di Masjid Al Aqsa.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir menyatakan, Indonesia mengutuk meninggalnya tiga pemuda Palestina. ”Indonesia juga menegaskan pentingnya segera diambil langkah agar eskalasi kekerasan dan ketegangan dapat dihentikan,” katanya kemarin (23/7).

Pria yang akrab disapa Tata itu juga mengungkapkan bahwa Indonesia sangat serius menanggapi situasi krisis di kompleks Al Aqsa itu. Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi bahkan meminta bantuan Amerika Serikat (AS) untuk bisa menghentikan ketegangan di sana. ”Penurunan eskalasi penting sekali dilakukan untuk mencegah situasi kian buruk,” kata Retno melalui keterangan resmi.

Retno juga meminta AS agar mendesak Israel menghentikan pembatasan beribadah dan tindakan kekerasan di Masjid Al Aqsa. Menurut Tata, Retno menyampaikan permintaan Indonesia itu langsung kepada Menlu AS Rex Tillerson. ”Sabtu kemarin Menlu RI melakukan pembicaraan per telepon dengan Menlu AS,” ungkapnya.

Dalam pembicaraan tersebut, Tillerson menyampaikan kepada Retno kekhawatiran yang sama terhadap situasi di kompleks Al Aqsa. Tillerson menyatakan telah melakukan pembicaraan dengan Jordania, Palestina, dan Israel. Tillerson sepakat dengan Indonesia mengenai pentingnya mencegah meningkatnya eskalasi di kompleks Al Aqsa.

Dia menegaskan agar status quo terkait status kompleks Al Aqsa juga penting untuk tetap dipelihara. Selain dengan Tillerson, Retno telah berkomunikasi dengan Menlu Jordania, Palestina, Turki, dan Sekjen OKI agar situasi di kompleks Al Aqsa tidak memburuk dan kegiatan beribadah dapat segera dipulihkan.

”Intensitas diplomasi Indonesia juga ditingkatkan di beberapa perwakilan. Seperti di Baku, Amman, Washington DC, dan New York guna mengirim pesan yang kuat dan menyampaikan posisi Indonesia mengenai situasi di kompleks Masjid Al Aqsa,”” jelasnya. (and/c10/oki)