Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

UTAMA · 27 Jul 2017 05:11 WIB ·

Sepuluh Siswa Pingsan


 DIRAWAT: Pelajar MTsN, Desa Blang Balee, Kecamatan Samatiga, saat menjalani perawatan di Puskesmas Cot Seumueureng setelah mengalami masalah kesulitan bernafas usai kabut asap tebal lahan gambut menyelimuti sekolah mereka, Meulaboh, Rabu (26/7).
DENNY SARTIKA/RAKYAT ACEH Perbesar

DIRAWAT: Pelajar MTsN, Desa Blang Balee, Kecamatan Samatiga, saat menjalani perawatan di Puskesmas Cot Seumueureng setelah mengalami masalah kesulitan bernafas usai kabut asap tebal lahan gambut menyelimuti sekolah mereka, Meulaboh, Rabu (26/7). DENNY SARTIKA/RAKYAT ACEH

Sekolah Dikepung Asap

MEULABOH (RA) – Siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), Desa Blang Balee, Kecamatan Samatiga, alami kesulitan bernafas akibat menghirup udara yang tercemar dari kebakaran lahan gambut. Sebelum peristiwa terjadi, sekolah tersebut dikepung kabut asap.

Kepala sekolah MTsN Blang Balee, Junaidi Ibbas menyatakan pihaknya terpaksa melarikan 10 siswa ke Puskesmas akibat jatuh pingsan. Setelah mendapatkan perawatan medis, kondisi para siswa berangsur membaik.

“Tidak mampu kami tangani, langsung kami larikan 10 pelajar ke Puskesmas Cot Seumereung,” kata Junaidi, Rabu (26/7).

Ia menyebutkan, polusi asap tebal telah terjadi sejak pagi. Namun baru 30 puluh menit proses belajar berjalan, secara massal siswa mengeluh kesulitan bernafas. ”Dari puluhan pelajar, hanya 10 itu yang paling parah sampai harus dilarikan ke Puskesmas,” katanya.

Perawat Puskesmas Cot Seumeureng, Julita, menyatakan pihaknya memberikan alat bantu pernafasan berupa oksigen pada para siswa. Dari 10 siswa, empat diantaranya menjalani perawatan yakni Cut Zahara Sarmila (15), M.Zaki (13), Eli Maulidayani (15) dan Roza Fitria (12).

Sementara data dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dien, sejak kebaran lahan gambut terjadi, sedikitnya 23 pasien keluhkan gangguan pernafasan akibat kabut asap.

Salat Istisqa

Warga dan santri pesantren Serambi Mekkah bersama polisi, TNI, BPBD juga instansi pemerintah lainnnya gelar salat Istisqa. Salat memohon turun hujan itu dilaksanakan di Polres Aceh Barat itu dipimpin Tgk. Armen Nuriqmar, pembina pondok pesantren Serambi Mekkah.

Kapolres Aceh Barat AKBP Teguh Priyambodo Nugroho, mengatakan inisiatif pelaksanaan salat memohon turun hujan, agar dapat menuntaskan masalah bencana kebakaran lahan gambut. “Kekeringan dan kebakaran lahan gambut terus meluas. Kita berdoa agar Allah turunkan hujan deras yang mampu memadamkan api,” katanya.(den/mai)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Dua Pekerja Asal Aceh Dipulangkan dari Malaysia Karena Sakit, Haji Uma Turut Bantu Biaya

13 June 2024 - 22:23 WIB

Perjuangan Ayat Suci Mengikuti Tes Tamtama Polri Memakai Sepatu Koyak

13 June 2024 - 19:33 WIB

Cair, Gaji ke-13 dan Tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai ASN Aceh Besar

13 June 2024 - 14:56 WIB

Disdik Aceh Canangkan Zona Integritas WBK dan WBBM untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

13 June 2024 - 08:08 WIB

Berhasil Tekan Laka Lantas secara Kolaboratif, Ditlantas Polda Aceh Dapat Penghargaan

12 June 2024 - 15:37 WIB

Cetak Rekor! Timnas Indonesia Jadi Satu-satunya Wakil ASEAN Melaju ke Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026

12 June 2024 - 14:49 WIB

Trending di NASIONAL