Strategi Menkes Siasati Minimnya Tim Kesehatan Haji di Arab Saudi

Calon jamaah haji kloter 1 Jawa Timur yang berangkat dari bandara Juanda. (DIPTA WAHYU/JAWA POS)

Harianrakyataceh.com – Calon jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan ke Arab Saudi. Mereka akan melaksanakan ibadah haji selama beberapa hari di Tanah Suci.
Bedanya suhu udara yang ada di negara Timur Tengah itu membuat Kementerian Kesehatan khawatir dengan keadaan calon jamaah haji. Terlebih, tak sedikit dari mereka yang usianya di atas 70 tahun.

Menkes Nila F Moeloek menerangkan, berbagai cara dilakukan agar kesehatan calon jemaah ini terjaga. Bahkan setahun sebelum berangkat, calon jemaah akan diperiksa kesehatannya.

Calon jamaah haji di Asrama Haji Embarkasi Jakarta, di Pondok Gede, Jakarta

Calon jamaah haji di Asrama Haji Embarkasi Jakarta, di Pondok Gede, Jakarta (IMAM HUSEIN/JAWA POS)

“Mereka harus mengetahui naik haji ini adalah ibadah fisik. Jadi, cukup berat dengan udara yang begitu beratnya, dan kami dengan Pak Menag melakukan koordinasi dengan Saudi Arabia,” kata dia di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (30/7).

Pihaknya telah menyediakan tenda kesehatan dengan dilengkapi tim medis. “Kami punya tim gerak cepat. Artinya, kita selalu mengingatkan kepada jemaah kebersihan dan tidak lupa meminum air untuk menghindari heatstroke,” tambah dia.

Saat ini, memang tim kesehatan jumlahnya tak seberapa. Tapi menurut Nila hal itu akan cukup membantu. ’’Tim kesehatan ada di Jeddah, dan jumlahnya sedikit. Tapi mereka mobile, di Jeddah mereka di terminal kedatangan,” lanjutnya.

Saat ini, kata dia, suhu di Arab Saudi mencapai 42 derajat celsius. Tentu itu sangat menguras stamina para calon jemaah yang ada di sana. “Ditambah banyak sekali haji yang usianya lebih dari 70 tahun,” kata dia.

(elf/JPC)