Mahasiswa Tingkat Akhir Pusing Susun Skripsi

Mahasiswa Tingkat Akhir Pusing Susun Skripsi

Pustaka Wilayah Aceh Direhab

Mahasiswa yang pulang karena tak tahu informasi mengenai pemindahan Puswil Aceh karena direhab ke lokasi baru yakni Pante Pirak lama, di daerah Jelingke, Banda Aceh. (dhesi badrina/rakyat aceh)

BANDA ACEH (RA) –Pustaka Wilayah (Puswil) Aceh di jalan T. Nyak Arief, Lamnyong, Banda Aceh, direhab dan dipindahkan ke ruko tiga pintu bekas Pante Pirak lama, di daerah Jelingke, Banda Aceh, 14 Juli lalu, akibatnta fasilitas publik tersebut, belum bisa beroperasi dengan baik hingga Rabu, (2/8).

Pasalnya, pasca pemindahan lokasi Puswil, hingga kemarin, pengunjung belum dapat meminjam buku. Seorang mahasiswa tingkat akhir asal UIN Ar-Raniry yang sedang melakukan penelitian, hanya bisa duduk dan membaca sambil sesekali memfoto halaman yang dianggap penting.

“Belum bisa pinjam buku, jadi cuma bisa foto,” ungkap Nurul Nisa.

Pasca pemindahan tersebut, kondisi Puswil dilihatnya masih berantakan. Fasilitas seperti wifi, cok wayer yang belum terpasang, sehingga laptop yang ia bawa sama sekali tidak bisa digunakan karena membutuhkan arus listrik.

“Ini sudah hampir dua minggu. Kami harap, hal yang urgen seperti wifi dan cok wayer itu cepat dipenuhi. Belum lagi tempatnya yang tak terlalu kondusif untuk membaca karena bergabung dengan ruang anak,” sebutnya.

Sementara itu, Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Ulfa Khairina,  yang hampir setiap hari berkungjung ke Puswil Provinsi tersebut menganggap tak ada keseriusan dari pihak Puswil untuk menyelesaikan pengadaan fasilitas yang layak sebelum tempat itu dipindahkan.

“Pihak Puswil, harus cari cara untuk cepat dan mudah diakses kembali, karena pustaka itu urgen untuk para peneliti, dosen, mahasiswa, dan mereka yang butuh tempat nyaman untuk membaca dan menulis,” ungkapnya.

Harusnya, ungkap Ulfa Khairina, sebelum dipindahkan segala sesuatu yang berkaitan dengan hal sederhana seperti wifi dan keterjangkauan arus listrik sudah dipertimbangkan sebelum memindahkan buku ketempat sementara.

Ali Akbar, Mahasiswa UIN Ar-Raniry mengaku kalang kabut, ketika dua minggu lalu ingin naik sidang. Ia tak tahu harus mengambil buku referensi yang dia dapat dari Puswil kala itu.

“Jadinya saya agak sedikit binggung juga waktu itu. Harusnya pihak pustaka koordinasi dulu dengan pihak kampus. Saya rasa semua universitas di Banda Aceh, libur semester adalah jadwal sidang tiap kampus,” ungkap Ali kesal.

Dari pihak petugas Puswil, Dedek menyebutkan, mereka sendiri tidak tahu kapan fasilitas di Puswil yang berada di ruko itu, akan normal kembali. Ketika ditanya soal cok wayer yang belum terpasang, wifi, serta peminjaman buku yang belum bisa dilakukan, ia menjawab tak tahu kapan akan pengunjung bisa meminjam buku.

Terkait kondisi ini, konfirmasi ke pihak Puswil belum bisa dilakukan. Pimpinan fasilitas publik ini hingga berita diturunkan tak bisa ditemui. (mag-77/min)