Pakai Teknologi Ini, Tagihan Listrik Bisa Hemat sampai 25 Persen

ilustrasi

Harianrakyataceh.com – Penggunaan listrik dari energi fosil seperti gas, bahan bakar minyak (BBM) maupun batubara dinilai sudah tidak ekonomis.
Perlu ada inisiasi dari pemerintah maupun masyarakat untuk bergerak menggunakan listrik dari energi baru terbarukan (EBT). Di
antaranya panel surya dan geothermal atau panas bumi.

Saat ini, sudah banyak teknologi yang mendukung penggunaan listrik dengan energi EBT, salah satunya rooftop. Rooftop yang mengkonversi
sinar surya menjadi energi listrik, dianggap sangat ekonomis.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Rinaldy Dalimi mengatakan, rumah yang mengkombinasikan listrik PLN dengan listrik dari rooftop
panel surya dapat menghemat tagihan listriknya mencapai 25 persen.

Sebagai contoh, jika biasanya dalam satu bulan tagihan listriknya mencapai Rp 2 juta per bulan, dengan menggunakan rooftop bisa
menghemat Rp 500 ribu atau Rp 1,5 juta per bulan.

“(Sekitar) Rp 45 juta modalnya. Jika dihitung, tujuh tahun akan kembali modal. Jika makin banyak yang memasang, kondisi ini akan
mempercepat penggunaan EBT,” ujarnya di Jakarta, Jumat (4/8).

Asumsinya, lanjut dia, jika dalam 1 bulan memangkas Rp 500 ribu, maka dalam satu tahun didapati angka Rp 6 juta.

“Kemudian selama 7,5 tahun uang tersebut akan menjadi Rp 45 juta atau sesuai dengan modal yang dikeluarkan untuk pemasangan rooftop,”
beber dia.

Saat ini, rooftop panel surya masih memiliki daya yang terbatas sehingga masih perlu dikombinasikan dengan listrik milik PT Perusahaan
Listrik Negara (PLN).

Setidaknya, selain meminimalisir pengeluaran tagihan listrik, rooftop panel surya dapat membantu pemerintah dalam mencapai bauran
energinya.

“Ada dua usaha kita mempercepat satu dengan kebijakan dan dua dengan menimbulkan pasar (dengan rooftop), dua dua ini dilakukan oleh
pemerintah saat ini,” pungkasnya.

(cr4/JPC)