Dana Teroris Mengalir dari Kolombia

MENYERAH: Seorang demonstran mengangkat tangannya saat berdemo di dekat pangkalan militer Paramacay, Valencia, Venezuela Minggu (6/8). (Juan Carlos Hernandez/AP PHOTO)

Harianrakyataceh.com – Situasi Valencia kian memanas. Hanya sesaat setelah aksi serangan di pangkalan militer Fort of Paramacay di dekat Kota Valencia Minggu dini hari (6/8), ratusan warga turun ke jalan.

Mereka menyatakan mendukung aksi yang disebut Presiden Venezuela Nicolas Maduro sebagai terorisme itu. Polisi pun berusaha membubarkan aksi tersebut dengan gas air mata dan tembakan. Satu orang demonstran dikabarkan tewas tertembus peluru.

Maduro mengaku sudah mengetahui kelompok yang bertanggung jawab atas aksi serangan di Paramacay yang menewaskan dua tentara tersebut. ”Kami tahu mereka menuju ke mana. Pasukan militer serta polisi kami telah dikerahkan (untuk menangkap pelaku),” ujarnya.

Pemimpin yang berusia 55 tahun itu menambahkan, para pelaku akan mendapatkan hukuman maksimal. Dia berjanji semua orang yang terlibat ditangkap.

Kemarin, Pemerintah Venezuela merilis foto para pelaku yang berhasil ditangkap. Wajah para pelaku tampak dipenuhi lebam. Di antara 17 orang yang diduga sebagai pelaku, tujuh orang berhasil diringkus, sedangkan 10 lainnya melarikan diri.

Versi pemerintah, sebagian besar pelaku adalah penduduk sipil yang dibayar kelompok anti pemerintah berbasis di Kolombia dan Miami, AS. Dia merujuk pada mantan Kapten Garda Nasional Venezuela Juan Carlos Caguaripano.

Dalam video yang beredar setelah serangan di Paramacay, Caguaripano bersama belasan orang berseragam militer mengumumkan pemberontakan untuk mengembalikan aturan perundang-undangan seperti semula.

Caguaripano menginginkan pemerintahan transisi. Sepekan lalu, Pemerintah Venezuela memang menggelar pemilihan 545 anggota Dewan Konstitusi yang akan merombak undang-undang yang ada saat ini. Oposisi menuding bahwa perubahan itu hanya akan menguntungkan Maduro agar berkuasa lebih lama.

Pada 2014 Caguaripano dipecat. Dia pun melarikan diri ke Bogota, Kolombia. Menurut Giomar Flores, mantan marinir Venezuela yang bersembunyi di Venezuela, Caguaripano memang khusus datang ke Venezuela demi memimpin aksi yang dinamakan Operasi David itu. Tujuan utamanya tentu saja menggulingkan Maduro yang dinilai semena-mena dengan membentuk Dewan Konstitusi. (*)

Reuters/Aljazeera/time/sha/c21/any