SPAM Atasi Jaringan Perpipaan PDAM

Ist/Rakyat Aceh

Banda Aceh (RA) – Badan Pengelola Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum ( BP SPAM) Aceh,  terus membantu PDAM di kabupaten/kota agar air yang disalurkan ke masyarakat tidak tersendat dengan memperbaiki jaringan pipanya.

Salah satu permasalahan PDAM selama ini  kurang optimalnya kinerja instalasi pengolahan adalah permasalahan di jaringan perpipaannya.

Dari hasil evaluasi teknis yang dilakukan BP SPAM Regional Aceh, terdapat cukup banyak instalasi pengolahan air (IPA) yang sudah dibangun dengan investasi relativ besar tidak dapat dioperasikan karena tidak didukung dengan ketersediaan dan kesesuaian jaringan perpipaan kewilayah layanan.

Hal itu terungkap dalam Bimtek Pemetaan Jaringan Perpipaan PDAM melalui Program Epanet yang baru-baru berlangsung di Langsa. Ikut hadir 13 PDAM kab/kota se Aceh. Sebagaimana laporan Ketua PanitiaPenyelenggara Ir. Efendi, MT. yang juga selaku Ketua Tim Teknis Peningkatan Kinerja PDAM Tirta Keumueneng Kota Langsa.

Para pemateri disampaikan Kabid TeknikBP SPAM Khairul Fuadi, ST, MT, tentang Gambaran Hasil Evaluasi Teknis BP SPAM dan  dibuka Waki lWalikota Langsa Dr. Marzuki Hamid, MM.

Sebagaimana diketahui penyediaan air minum merupakan salah satu kebutuhan dasar dan hak sosial ekonomi masyarakat, ketersediaan air minum merupakan salah satu penentu peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan hadirnya BP SPAM maka dapat meringankan beban daerah sebenarnya menjadi kewajiban dan tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten/kota, mengingat terbatasnya sumber daya manusia dan kendala teknis.

Maka pihak pemerintah provinsi secara bersama-sama dengan pemerintah pusat harus memberikan bantuan teknis dan pembinaan yang tepat sesuai dengan kebutuhan daerah, agar pihak pemerintah daerah kabupaten/kota dapat melaksanakan SPAM secara menyeluruh dengan efektif.

Walikota Langsa menyambut baik inisiatif yang diambil oleh BP SPAM, beliau menyampaikan bahwa “untuk mencapai kondisi pengelolaan perusahaan yang baik, diperlukan suatu perencanaan yang baikoleh PDAM sehingga tercapainya optimalisasi kinerja instalasi, yang yang dibangun dengan investasi mahal.

Sementara Kepala BP SPAM Regional Aceh Drs. Azhari Ali, MM. Ak.mengatakan saat ini sulit bagi PDAM untuk mengetahui kapasitas aliran, kehilangan tekanan dan kecepatan air dalam system jaringan perpipaan distribusi yang mengakibatkan suplai air kepelanggan tidak memenuhi standar.

 Program Epanet dapat melakukan analisa hidrolika jaringan perpipaan yang komplek untuk mengetahui penyebaran aliran, sisa tekanan, dan kapasitas air yang bisa digunakan, hingga sisa chlor dan sebagainya dalam rangka mengevaluasi serta merencanakan perluasan jaringan.

Menilik dari permasalahan jaringan pipa yang terjadi selamai ni, BP SPAM member suatu pemikiran untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara sistemik.Untuk itu dibutuhkan suatu konsep dasar yang kuat guna menjamin ketersediaan air minum bagi masyarakat.Imj