BNNP Aceh Lakukan Tes Urine Anggota Dewan

Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah bersama Ketua DPRA Muharuddin, Kepala BNNP Aceh Eldi Azwar, Ketua Fraksi PA IskandarAl-Farlaqi dan anggota DPRA saat pengambilan sampel untuk pemeriksaan tes urine yang berlangsung di lobi pintu samping gedung utama DPRA, Rabu (16/8). ISHAK MUTIARA/RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA) – Pasca ditangkapnya Anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh Jainuddin dari wilayah pemilihan Aceh Timur yang diduga terjerat kasus narkoba bersama tiga rekannya masing-masing HS (35) warga Ingin Jaya, Zul (36) warga Aceh Timur, dan JH (30) Warga Ingin Jaya Aceh Besar, di kawasan Ingin Jaya Aceh Besar.

Badan Narkotika Nasional (BNNP) Provinsi Aceh melakukan uji atau tes urine terhadap seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Setiap anggota dewan yang hendak memasuki ruangan, oleh petugas BNNP Aceh diminta pengambilan sampel untuk pemeriksaan tes urine yang berlangsung di lobi pintu samping gedung utama DPRA, Rabu (16/8).

Ketua dan anggota dewan satu persatu mengikuti proses dengan menyerahkan urinya dari dalam botol yang telah disediakan oleh petugas BNNP Aceh. Selain dewan, Sekwan, Kabag, dan Kasubag lembaga itu juga menjalani pemeriksaan urin.

Adapun proses tes urin terhadap anggota Dewan tersebut berlangsung di sela-sela rapat paripuna istimewa DPRA dengan agenda mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI di gedung utama DPRA yang disiarkan langsung dari Jakarta.

Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Eldi Azwar menjelaskan, sekarang narkoba sudah merambah ke berbagai lapisan masyarakat dan bahkan dari lembaga Pemerintahan juga sudah terlibat dengan barang haram tersebut.

Terkait dengan tes urine terhadap seluruh anggota DPRA yang berlangsung saat ini memang sudah dikoordinasikan sebelumnya. Bahkan Ketua DPRA menghimbau kepada seluruh instansi agar dilakukan cek urin, baik itu Polri, TNI dan seluruh jajaran di Pemerintah Aceh. tutur Eldi Azwar

“Sedangkan tes urine ini tidak ada kaitannya dengan penangkapan Anggota DPRA terkait narkoba sebelumnya. Memang, pelaksanaannya dilakukan mendadak, namun sudah dikondisikan sebelumnya,” kata dia.

Sementara terkait hasil tes urin tersebut, Eldi Azwar mengatakan, pihaknya akan menyerahkan hasil nanti kepada pimpinan DPRA. Selanjutnya, pimpinan DPRA yang akan menindaklanjuti hasil tes tersebut.

“Selain DPRA, kami juga mengajak semua instansi melakukan tes urine di lingkungan masing-masing. Sebab, narkoba sudah merambah ke berbagai lini,” kata Brigjen Pol Eldi Azwar.

Sementara itu, Kepala Seksi Penguatan Lembaga rehabilitasi BNN Provinsi Aceh Deny Fahrian mengaku tes urine terhadap anggota DPRA diperintahkan tiba-tiba. “Kami diperintahkan mendadak melakukan tes urine anggota DPRA,” kata Deny.

Ia menjelaskan tes urine dilakukan untuk mengetahui apakah ada anggota DPRA mengonsumsi narkoba. Tes urine bisa diketahui pemakaian narkoba selama empat hari terakhir. “Sedangkan tes menggunakan rambut bisa mengetahui seseorang apakah mengonsumsi narkoba atau tidak dalam rentang waktu dua tahun,” kata Deny. (MAG71)