Catut Nama Kapolres, OTK Meras Kepala Desa

Rakyat Aceh

TAKENGON (RA) – Beberapa keuchik di Aceh Tengah mulai resah oleh prilaku orang tak dikenal yang mengaku Kapolres Aceh Tengah dengan meminta sejumlah uang terkait dengan dana desa untuk operasional.

Informasi diterima kalangan wartawan dari Keuchik Gampong Gemboyah, Kecamatan Jagong Jeget serta Kute Riyem, Kecamatan Linge. Dua kepala desa tadi sempat merekam percakapan dengan orang yang mengaku Kapolres tersebut.

Dalam rekaman pelaku meminta uang senilai Rp. 25 juita. Para keuchik tidak serta-merta yakin kalau itu kapolres dan sejauh ini tidak memenuhi permintaan pelaku OTK tersebut.
‘Saya tidak yakin kalau itu kapolres Aceh Tengah. Tidak yakin saya, dan permintaan akan sejumlah nilai uang tadi tidak saya berikan,” jelas Selamat seorang keuchik.

Alasan permintaan akan sejumlah uang juga tidak masuk diakal. Diujung telepon OTK tersebut mengatakan akan mengunjungi beberapa desa sasaran dalam suatu tugas. Untuk itu dibutuhkan sedikit dana sumbangan dari desa tersebut untuk operasional, jelas kepala desa tadi.

kapolres AKBP Hairajadi kepada wartawan menjelaskan, pihaknya juga sudah mendengar hal tersebut. Melakukan “pekerjaan” dengan modus menjual nama kapolres.
“Nama saya dicatut oleh OTK untuk memenuhi kebutuhan uang. Itu pemerasan namanya, dan pihaknya sudah mulai bergerak untuk mencari tahu siapa OTK yang berusaha memeras kepala desa itu,” terang Hairajadi.

Hairajadi menghimbau kepada seluruh kepala desa yang ada di empat bhelas kecamatan, jangan melayani kalau ada OTK yang mengatasnamakan dirinya untuk keperluan apapun. “Kapolres menyakinkan bahwa itu adalah penipuan,” jelas Hairajadi yang lagi gencar-gencarnya memberantas narkoba.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Aceh Tengah, AKP Fadil juga mengaku namanya pernah dicatut orang tak dikenal untuk melakukan pemerasan kepada sejumlah kepala desa di Aceh Tengah.

Aksi pencatutan nama itu, katanya, juga dipastikan murni penipuan. Dari penelusuran petugas, pelaku merupakan warga luar Aceh Tengah. “Dari penelusuran anggota kita bahwa pelaku atau OTK tersebut berasal dari mluar daerah,” ucap Fadil dan terus berusaha mengejar pelaku dengan melacak melalui jaringan telepon. (jur/bai)