Lima Teroris Tewas Setelah Baku Tembak

SHOCK: Seorang lelaki duduk sambil memegangi kepalanya di Las Lambras, Barcelona. (David Armengou/EPA)

Harianrakyataceh.com – Masyarakat Spanyol mungkin merasa sedang mengalami mimpi buruk. Dalam dua hari negeri yang menjadi tempat tinggal mereka diporakporandakan oleh aksi teroris. Dimulai pada Rabu (16/8) ketika terjadi ledakan di sebuah rumah di Kota Alcanar, sekitar 100 kilometer selatan Barcelona. Ledakan itu menghancurkan sebuah rumah dan membunuh seorang warga.

Polisi menemukan belasan silinder gas di rumah tersebut. Kepala kepolisian Spanyol Lluis Trapero mengatakan kalau pemilik rumah tersebut sedang menyiapkan perangkat ledakan.

Pada Kamis (17/8) sore teror van membunuh 13 orang dan melukai puluhan lainnya di kawasan Las Lambras, Barcelona. Tidak lama setelah kejadian itu, polisi membunuh seorang lelaki yang sengaja menabrak penjagaan polisi di dekat kota

PERTOLONGAN: Polisi bersama seorang korban yang ditabrak mobil  van teroris.

PERTOLONGAN: Polisi bersama seorang korban yang ditabrak mobil van teroris. (David Armengou/EPA)

Dan pada Jumat (18/8) pagi ini, polisi mengatakan mereka sudah membunuh lima orang di kota Cambrils. Lima orang itu diduga akan melakukan serangan teror van lanjutan. ”Salah seorang pelaku menggunakan rompi bom bunuh diri,” kata polisi.

Media Spanyol melaporkan kalau kendaraan penyerang berbalik arah ketika mengetahui di depan mereka ada penjagaan polisi yang melakukan pemeriksaan atas kendaraan-kendaraan yang lewat. Namun van itu tidak tancap gas, para penumpangnya keluar dan menembaki polisi.

Kejadian terkini itu sudah pasti menambah ketakutan warga Spanyol yang masih belum pulih dari insiden memilukan di kawasan Las Lambras, Barcelona. Saksi mata mengatakan kalau situasi di Las Lambras yang biasanya ceria berubah penuh ketegangan.

Semua orang dievakuasi dari kawasan yang menjadi salah satu tempat yang wajib di kunjungi para wisatawan tersebut. ”Setidaknya ada delapan ambulance di sana,” katanya.

Saksi mata lain mengatakan dia langsung bersembunyi di dalam toko begitu dia mendengar suara tembakan. ”Mobil itu melanju sangat kencang. Sudah pasti itu disengaja,” ujar saksi mata yang lain. Ali Shirazinia yang saat itu sedang bersepeda di sepanjang Las Ramblas mengatakan dia mendengar banyak teriakan dan orang-orang berlarian.

”Suara bannya berdecit. Mobil itu menabrak orang-orang. Ramblas penuh dengan trotoar, pedagang, dan seniman jalanan. Mereka semua berlarian. Masuk ke toko atau ke bagian lain Ramblas agar selamat,” katanya. (*)

(tia/CNN/The guardian/BBC/JPC)