Bupati Nagan Raya Drs HT Zulkarnaini/Ist

SUKA MAKMUE (RA) – Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dijadwalkan akan melakukan peresmian pusat perkantoran Kabupaten Nagan Raya yang akan berlangsung di Alun-Alun Suka Makmue, besok, Selasa (29/8).

Peresmian kompleks perkantoran Suka Makmue sebagai Ibukota Nagan Raya tersebut selain hadir Gubernur Aceh, Irwndi Yusuf. Pemerintah setempat juga mengundang putra Nagan Raya yang ada di Banda Aceh, DPR Aceh, serta tokoh pemekaran Nagan Raya, yang dimekarkan dari kabupaten induk Aceh Barat 2002 silam.
Peresmian sejumlah gedung dan jalan yang meugah tersebut merupakan hasil kerja keras Ampong Bang nama sapaan Bupati Nagan Raya, Drs HT Zulkarnaini selama 15 tahun memimpin Nagan Raya sejak 2002 lalu hingga 2017 dan akan berahir masa jabatannya pada 8 Oktober mendatang.

Bupati Nagan Raya, T Zulkarnaini kepada sejumlah wartawan, Jumat (26/8) mengatakan, peresmian pusat perkantoran Kabupaten Nagan Raya tersebut yang berlokasi di Kecamatan Suka Makmue, atau yang labih dikenal dengan komplek perkantoran Suka Makmue.

Kenang-kenangan Bupati Ampon Bang yang sudah membangun komplek perkantoran Suka Makmue dengan luas lokasi 314 hektar tersebut dengan harapan dapat dilanjutkan oleh pemimpin Nagan Raya kedepan atau generasi penerus nantinya.

“Peresmiannya nanti direncanakan akan diresmikan langsung oleh Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, yang akan berlangsung di Alun-Alun Suka Makmue, besok Selasa 29 Agustus. Ini menjadi sebuah kenang-kenangan untuk generasi penerus,” kata Bupati.

Kompleks perkantoran tersebut dibangun di tanah nagara. Dulu sudah pernah digarap warga kemudian ditingalkan, sehinga pemerintah Nagan Raya membebeskan dengan ganti penayah untuk membuat kompleks perkantoran Suka Makmue tersebut.

Pembebasan lahan tersebut dilakukan berdasarkan musyawarah yang melibatkan empat gampong yaitu, gampong Blang Sapek, Lueng Baro, Cot Kuta dan Gampong Suak Bilie, dengan memanggil para tokoh untuk meminta data yang pernah mengarap lahan tersebut.

“Lahan ini dulu dibebeskan dengan ganti peunayah berkisar Rp 5 juta/hektar, harga tersebut belum termasuk tanaman, karena tanaman juga kita bayar sesuai dengan hasil musyawarah saat itu,” kata Bupati. (ibr/bai)