Dinilai Ingkar Janji Ghazali Abas Diminta Mundur

Tim sukses Rakan Setia Ghazali Abbas Adan dari Pidie melakukan pertemuan dengan wartawan di Banda Aceh, Ahad (27/8). ENO SUNARNO/RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA) – Anggota DPD RI Asal Aceh, Ghazali Abbas Adan, diminta Tim Rakan Setia (TRS) mengundurkan diri. Tim suksesnya itu menilai, Ghazali Abbas Adan telah ingkar janji pada masyarakat Aceh, khususnya Pidie.

Permintaan itu disampaikan Wakil Ketua TRS, Ridwan Nurdin lewat jumpa pers di Banda Aceh, Ahad (27/8). Ia menyebutkan TRS telah bekerja serius, bahkan nyaris tanpa istirahat untuk memenangkan Ghazali Abbas Adan sebagai anggota DPD RI periode 2014-2019.

“Kami bekerja mati-matian supaya dia berhasil. Tapi setelah berhasil, semua janji-janjinya untuk membantu masyarakat tidak pernah dipenuhi,” kata Ridwan Nurdin, didampingi Athaillah HM. Yusuf dan 18 orang anggota tim sukses dari berbagai kecamatan di Pidie.

Tim ini juga yang bekerja pada saat Ghazali Abbas mencalonkan diri sebagai bupati periode 2012-2017 lalu. Saat itu, ia berpasangan dengan Zulkifli HM Juned. Gagal dalam Pilkada, Ghazali kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI hingga terpilih.

“Jadi kami telah bergabung dalam Timses ini lebih dari tiga tahun. Tapi sampai saat ini dia tidak pernah lagi duduk dengan kami. Semua janji-janjinya dengan kami dan masyarakat belum satu pun dipenuhi,” tegas Zulkifli HM. Juned.

Berdasarkan itu, kata Zulkifli, pihaknya dari Pidie datang ke Banda Aceh untuk menyampaikan kekecewaan bahwa Ghazali Abbas Adan harus mundur dari anggota DPD RI. Ia juga menyebutkan, beberapa kewajiban selama kampanye sampai saat ini belum diselesaikan.

Banyak Kewajiban Belum Dilunasi

Ia merincikan, kewajiban yang belum dipenuhi diantaranya sewa tiga pintu Ruko, sewa empat unit mobil masing-masing Toyota Furtunner, Toyota Kijang, Avanza dan Mitshubishi pick up L300. Selain itu, Ghazali juga disebutkan belum lunasi biaya rental dan kerusakan berat tiga unit mobil dalam peristiwa kerusuhan di Kecamatan Bereunuen Pidie.

Zulkifli juga membeberkan, pihaknya merasa ‘tidak enak’ dengan masyarakat. Pasalnya, biaya pengumpulan KTP lebih dari 25.000 lembar sebagai persyaratan maju sebagai calon Bupati dan wakil Bupati Pidie belum terselesaikan.

“Nah, ini belum dipertanggungjawabkan sampai saat ini,” ungkapnya.
Bahkan, lembaran fotocopy KTP itu juga digunakan untuk memenuhi persyaratan sebagai calon kandidat DPD asal Aceh.

Malu Dengan Pihak Ketiga

Sementara Sayuti Ketua TRS Kecamatan Tangse, mengaku setelah terpilih menjadi anggota DPD RI, Ghazali Abbas Adan sampai saat ini belum membuat pertemuan dengan TRS untuk melaporkan dan mendiskusikan terkait kegiatan operasional selama kampanye, baik dimasa Pilkada maupun ketika maju sebagai kandidat DPD RI hingga terpilih.

“Kami juga malu dengan pihak ketiga, karena biaya transportasi, akomodasi, fotocopy, sound system, pengadaan alat peraga kampanye serta biaya pemasangan iklan serta biaya saksi-saksi belum dipertanggungjawabkan. Jadi dari pada malu, terpaksa kami tanggulangi sementara,” ujarnya.

Dengan berbagai persoalan tersebut, pihaknya meminta Ghazali Abbas Adan agar mundur dari anggota DPD RI. Berikutnya, segera melakukan pertemuan dengan TRS untuk menyelesaikan persoalan tersebut hingga tuntas.
“Kami rasa pak Ghazali sebagai pejabat tinggi negara, sebaiknya dapat menyelesaikan permasalahan ini secara tuntas dengan kami yang sudah cukup lelah membantu,” imbuhnya.

Tidak Ada Perjanjian

Sementara, Ghazali Abbas Adan yang dihubungi mengatakan tidak ada janji ataupun perjanjian dengan yang mengaku timses TRS. “Mereka itu dulu relawan. Tidak ada perjanjian dengan mereka. Kalau relawan, ya bekerja dengan ikhlas,” katanya.

Ia mengatakan, persoalan itu didalangi Zulkifli HM. Juned, yang meminta dirinya sebagai staf ahli dan meminta pekerjaan pembangunan waduk di Pidie. “Itu semua tidak mungkin, karena sudah ada peraturan Kepres,” katanya. (bai/mai)