Murid SD Hanyut di Batee Iliek

EVAKUASI: Sejumlah petugas PMI Pidie Jaya dan anggota polisi serta masyarakat Lhok Sandeng mengevakuasi kedua korban tenggelam meninggal dunia akibat tenggelam, Pidie Jaya, Ahad (3/9).F For Rakyat Aceh.

BATE ILIEK (RA) –  Tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap M Nasir (12), murid sekolah dasar, warga Blang Panyang Simpang Mamplam Bireuen, diduga hanyut saat mandi di objek wisata Batee Iliek, Kecamatan Samalanga, Sabtu (2/9) sore.

Ketua POS Siaga SAR Bireuen, Reza Septiawan, pencarian terhadap korban melibatkan tim gabungan dari SAR, BPBD, RAPI dan Tagana, Polsek Samalanga. Warga juga ikut membantu melakukan penyisiran, tetapi karena kondisi gelap dan air keruh, proses pencarian dilanjutkan Ahad (3/9) pagi.

Dalam melakukan pencarian, tim terbagi empat tim , satu tim penyelam, satu tim mencari ke hilir atau arah selatan dan satu tim ke hulu atau utara dan satu lagi tim mencari ke atas bukit di sekitar pinggiran Krueng Batee Iliek.

Sekretaris BPBD Bireuen, Saiful Bahri, mengatakan, proses pencarian dilanjutkan pada hari kedua, untuk mencari korban terseret arus sungai Batee Iliek dengan melibatkan tim gabungan tim SAR, BPBD, RAPI, Tagana, Polsek Samalanga dan Satpol Air PPI Peudada juga Satgas SAR Pidie Jaya serta warga.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Bireuen Drs Murdani melalui gruop WhatsApp menyampaikan informasi ada seorang anak bernama M Nasir (11) anak dari Usman (40), warga Blang Panyang Simpang Mamplam terbawa arus saat mandi di sebelah selatan jembatan Batee Iliek.

Informasi dihimpun Rakyat Aceh di TKP, Sabtu (2/9) tengah malam, dari Amna (26) pedagang dipinggir Krueng Batee Iliek mengatakan, anak hilang bernama M Nasir itu sekira pukul 16.00 WIB, membuka baju warna kuning, dikedainya lalu korban memakai celana pergi ke arah utara aliran sungai dan kondisi saat itu ramai pengunjung sedang mandi sungai berair jenih dan dangkal.

Diluar dugaan sekira pukul 18.00 WIB, tiba-tiba dari arah hilir atau bagian atas di selatan Krueng Bate Iliek datang kepala air dan spontan para pengunjung berada dalam sungai berhamburan selamatkan diri naik ke darat.

“Setelah buka baju anak itu pergi ke utara, saat itu saya tidak lihat lagi apa dia ada turun ke sungai atau tidak,” jelasnya di TKP.
Saat naik mobil rombongan sejumlah teman-teman anak itu baru mengetahui jika M Nasir tidak ada dan berujung digelar pencarian oleh tim gabungan dan warga.

Orang tua korban Usman (40) tani dan istrinya Aminah (40) bersama keluarga ditanyai Rakyat Aceh, Ahad (3/9) dinihari di Batee Iliek mengatakan, M Nasir anak ke empat dari empat bersaudara, dia sebelumnya pamit pergi ke Batee Iliek bersama teman-temannya.

Saat mengetahui M Nasir tidak ada rekan korban langsung menelpon ke desa memastikan keberadaan korban, tetapi M Nasir tidak ada pulang ke rumah. (rah/slm)