Pemekaran Aceh Rayeuk Mendesak

ketua PDIP Aceh, Karimun Usman

BANDA ACEH (RA) – Isu pemekaran kabupaten Aceh Besar kembali mencuat, apalagi sejumlah tokoh terus memberikan dukungan agar dalam waktu dekat bisa segera lahir kabupaten baru bernama Aceh Rayeuk.

Harapan itu seperti disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia- Perjuangan (PDI-P), Karimun Usman, Ahad (9/9).
Menurut Karimun Usman, pemekaran kabupaten baru Aceh Rayeuk sudah sangat mendesak, untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat. Apalagi mengingat rentang kendali pemerintahan sangat jauh selama ini.

Kondisi itu menyebabkan, banyaknya keluhan masyarakat, terutama warga dari Kecamatan Lhong, Lhoknga, Leupung dan Pulau Aceh dalam mengurus keperluan mereka di Kota Jantho,  Ibu kota Aceh Besar, membutuhkan biaya tinggi.

Disebutkan, dengan pembentukan Aceh Rayeuk, maka masyarakat akan semakin mudah untuk mendapatkan pelayanan.
“Saya pribadi dan sebagai Ketua PDIP Aceh mendukung dan memberi apresiasi atas keterbukaan Bupati Aceh Besar dalam melihat dan mendengar aspirasi para tokoh masyarakat,” kata Karimun Usman, Ahad (3/9).

Disebutkan, Bupati Aceh Besar yang baru dirumah kediamannya telah melakukan komunikasi yang sangat baik dibanding pejabat sebelumnya tentang pemekaran Aceh Rayek. Sejak mencuatnya isu pemakaran tahun 2000 lalu, baru kali ini mendapat respon baik dari kepala daerah

. “Sambutan itu, patut diberikan apresiasi setinggi tinggiya, khususnya dalam melihat dan mendengar aspirsi para tokoh masyarakat, pemuda dan mahasiswa di kabupaten Aceh Besar sebagai pemilih bapak di pilkada 2017 yang lalu,” kata Karimun.

Menurut Karimun, solusi percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat adalah pemekaran. Tidak ada gunanya kalau masih dipertahankan Aceh Besar, mengingat banyak sekali wilayah tertinggal jauh dibanding daerah lain di Provinsi Aceh.

Rentang waktu yang tidak mendukung bila tetap mempertahankan satu Kabupaten Aceh Besar yang Ibu Kota nya ada di Jantho. “Ini tidak menggangu sama sekali Pemerintah Provinsi Aceh, yang ada bahkan sebaliknya dapat mempercepat ketertinggalan Pembangunan Provinsi Aceh kedepan,” sebutnya.

Disamping itu, usulan dari panitia pemekaran juga telah menyiapkan segala administrasi yang dibutuhkan. Pihaknya juga mendukung anjuran bupati agar dibentuk panitia percepatan pemekaran. Agar dalam pelaksanaan ke depan tidak terjadi hal-hal yang tidak  diinginkan terhadap panitia lama yang telah banyak berkorban, termasuk materi.

“Harus kita dukung karena panitia ini adalah membantu panitia yang lama yang sudah 15 tahun lamanya, masih jalan di tempat,” ucap Karimun.
Sebelumnya, panitia pemekaran Aceh Rayeuk melakukan silaturahmi dengan Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, Sabtu (2/9). Dalam pertemuan itu,

sejumlah agenda dibahas mengenai pemekaran Aceh Rayeuk. Proses pemekaran tinggal satu tahap lagi, yaitu surat pengantar dari bupati sebagai kabupaten induk dan surat rekomendasi dari Gubernur Aceh. (ibi/slm)