164 Jemaah Umrah Gagal Berangkat Cut Mega Menghadap Penyidik

PENUHI PANGGILAN: Pengelola PT. Azizi Tour perwakilan Meulaboh, Cut Mega Putri memenuhi panggilan penyidik Polres Aceh Barat, Selasa (5/9). DENNY SARTIKA/RAKYAT ACEH

MEULABOH (RA) – Cut Mega Putri, pimpinan PT Azizi Tour perwakilan Meulaboh, akhirnya memenuhi pemanggilan tahap dua penyidik Polres Aceh Barat. Ia dimintai keterangan terkait kasus batal berangkatnya 164 jemaah umrah.

Cut Mega menjelaskan, pada pemanggilan sebelumnya, ia sedang berada di Jakarta untuk melaporkan pimpinan pusat PT Azizi Tour Hj Nazila Lubis ke Mabes Polri. Selesai urusan tersebut, ia kembali ke Meulaboh untuk menemui penyidik Polres.

“Kemarin itu, saya bersama teman agen perjalanan travel umrah lain seluruh Indonesia berada di Mabes Polri membuat pelaporan. Setiba di Meulaboh lansung saya menuju Mapolres,” jelasnya, Selasa (5/9).

Cut Mega Putri menyebutkan, jika dirinya juga menjadi korban penipuan dari pimpinan pusat PT Azizi Tour Hj Nazila Lubis. “Kalau saya yang menipu, tentu saya tidak akan ke polisi. Buktinya duluan saya yang melaporkan ke polisi. Gagal berangkat umrah ini telah menjadi musibah nasional,” terangnya.

Ia menjelaskan tanggungjawabnya hanya mencari dan mengumpulkan calon jemaah umrah yang ingin menggunakan jasa travel PT Azizi Tour. Sejak 2009 lalu perwakilan PT Azizi Tour dibuka di Meulaboh. Katanya, baru kali ini gagal berangkat ke tanah suci.

Katanya, jumlah calon jemaah umrah untuk Kabupaten Aceh Barat sekitar 164 orang. Total kalkulasi kerugian mencapai Rp3 miliar. Seluruh biaya perjalanan telah distor Cut Mega Putri pada pimpinan Hj Nazila Lubis.

Saat komunikasi dengan pimpinan mulai terputus, Mega mengaku mulai curiga sampai berujung membuat laporan ke Mabes Polri. “Jumpa terakhir dengan buk bos (Hj Nazila Lubis) pada Januari 2017, setelah itu hilang kontak,” katanya.

Dari seluruh calon jemaah umrah di Indonesia, Cut Mega Putri menyebutkan hanya jemaah berasal dari Aceh Barat yang anarkis. Ia memprediksi, ada aktor di balik seluruh aksi yang sengaja ingin membunuh karakternya.

“Tugas saya bertanggungjawab memberangkatkan jemaah. Tapi jika saya tersangka dan tidak dapat bergerak, maka bisa terhenti keberangkatan ini,” sebutnya.

Cut Mega mengaku sangat patuh hukum jika masih diambang kewajaran. Ia menjelaskan hukam ini bertingkat, artinya, ada tahapan-tahapan selanjutnya yang dapat ditempuh. Namun ia berjanji akan bersikap kooperatif dalam status terlapor.

“Ada teman agen perjalanan seluruh Indonesia malah menganjurkan saya untuk mempraperadilan, tapi saya paham benar, jika status saya sebagai terlapor dapat ditetapkan tersangka,” katanya.

Tersangka Utama Masuk DPO

Kapolres Aceh Barat AKBP Teguh Priyambodo Nugroho Sik, membenarkan melakukan pemanggilan ulang terhadap Cut Mega Putri selaku tersangka kedua atas kasus kegagalan keberangkatan 164 jemaah umrah.

Sementara tersangka utama, pimpinan pusat PT Azizi Tour Hj Nazila Lubis beralamat di Medan, telah ditetapkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Dalam kasus ini, dari 164 orang, sebanyak 37 orang melayangkan laporan. “Tapi baru 10 orang yang sudah di BAP,” terangnya.

Untuk menuntaskan pemeriksaan, Teguh menuturkan memerlukan beberapa saksi lainnya untuk pemeriksaan ulang, seperti saksi dari kantor Kementrian Agama Aceh Barat untuk mempertanyakan status resmi keberadaan PT Azizi Tour di Meulaboh dan di Medan. “Masih perlu dilengkapkan BAP dengan saksi lainnya,” katanya.

Hingga kemarin, polisi telah menetapkan Cut Mega Putri SE pengelola perwakilan PT Azizi Tour Meulaboh dan Pimpinan PT Azizi Tour di Medan, Nazila Lubis sebagai tersangka. Kedua tersangka dijerat Undang-undang Nomor 13 Tahun 2008 Tentang Jemaah Haji dengan sanksi empat tahun penjara atau denda Rp500 juta. (den/mai)