PEMBANGUNAN ACEH: Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf melakukan pertemuan dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimulijono untuk membahas pembangunan Proyek-proyek Strategis Nasional di Aceh, di Jakarta, Senin (4/9). FOR RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA) – Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf melakukan pertemuan dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimulijono, untuk membahas pembangunan sejumlah proyek strategis Nasional di Aceh, Senin (4/9).

Pertemuan Gubernur Irwandi Yusuf dengan Menteri PUPR Basuki Hadimulijono, adalah untuk menindaklanjuti hasil rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Negara, pada tanggal 11 Juni 2017 lalu.

Saat bertemu dengan Menteri PUPR, Irwandi Yusuf didampingi Kepala Bappeda Aceh, Azhari Hasan. “Inti pertemuan Gubernur Irwandi Yusuf dengan Menteri PUPR kemarin adalah membahas percepatan proyek-proyek strategis nasional di Aceh,” jelas Mulyadi Nurdin, Selasa (5/9) di Banda Aceh.

Dalam pertemuan tersebut, kata Mulyadi Nurdin, Menteri PUPR menyatakan akan secepatnya menindaklanjuti semua pembicaraan dengan Gubernur Aceh. Sementara Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf menginginkan semua persoalan yang menghambat pembangunan proyek strategis tersebut segera diselesaikan oleh dinas terkait.

Adapun proyek-proyek tersebut, pertama, pembangunan Waduk Rukoh di Kabupaten Pidie melalui percepatan proses lelang, mengingat manfaat penyelesaian pembangunan akan mengairi 20.000 ha sawah irigasi.

Selanjutnya, pembangunan terowongan gunung Paro, sepanjang 1.135 meter, Gunung Kulu sepanjang 1.638 meter dan Gunung Geurutee sepanjang 2.805 meter di Kabupaten Aceh Jaya, yang terletak pada Ruas Jalan Nasional Aceh Besar – Calang untuk mengantisipasi kemacetan arus transfortasi akibat longsor secara tahunan, sehingga kemajuan pelayanan di wilayah pantai Barat – Selatan Aceh tidak terhambat.

Kemudian, pembangunan tanggul pengaman banjir di Aceh Singkil untuk mengamankan masyarakat setempat dari bencana banjir sungai Krueng Singkil dengan intensitas banjir mencapai 3 kali atau lebih pertahun. Sungai Krueng Singkil ini, melintasi dua provinsi yaitu Sumatera Utara dan Aceh, dan penangannya dilakukan oleh Pemerintah Pusat melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera I.

Berikutnya adalah penyelesaian pembangunan drainase (saluran pembuang) Kota Meureudu Kabupaten Pidie Jaya, sepanjang 6.250 meter yang merupakan lanjutan dari penanganan tahun 2017 sepanjang 325 meter, dari total panjang keseluruhan saluran 6.575 meter, penyelesaian pembangunan untuk mengatasi banjir yang selama ini terjadi di Kota Meureudu.

Selanjutnya, pembangunan Jalan Tol Aceh – Sumatera Utara, hal ini diharapkan adanya kerjasama BUMN dengan Perusahaan Daerah yang punya kapasitas sehingga terjadinya tranfer of knowledge.

Terkait dengan pembebasan lahan pembangunan jalan tol, kata Mulyadi Nurdin, Kementerian PUPR sebelumnya sudah menyampaikan telah memplot Rp908 miliar untuk pembebasan lahan jalan tol dari kawasan Gampong Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar hingga Padang Tiji, Pidie. Proyek jalan tol tahap I yang lebih dikenal rute Banda Aceh-Sigli ini 73 kilometer (Km).

Terkait dengan luas lahan dibutuhkan, sesuai dokumen diserahkan Kementerian PUPR kepada Gubernur Aceh, adalah sekitar 600 hektare yang panjangnya 73 Km.

“Selain bertemu Menteri PUPR, gubernur juga melakukan pertemuan dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Jakarta untuk membahas soal program cetak sawah, serta meminta dibangun Politeknik Pertanian di Aceh,” demikian pungkas Mulyadi Nurdin. (slm)