Mantan GAM Serahkan AK 56

SISA KONFLIK: Komandan Distrik Militer (Dandim) 0105 Aceh Barat, Letkol Inf. Herry Riana Sukma, memperlihatkan satu pucuk senjata api laras panjang jenis AK 56 beserta tujuh butir amunisi setelah diserahkan oleh mantan kombatan GAM di Meulaboh, Senin (11/9). DENNY SARTIKA/RAKYAT ACEH

MEULABOH (RA) – Mantan kombatan GAM, Tgk. Daod menjerahkan senjata api laras panjang aktif jenis AK 56. Selain itu, ia juga menyerahkan tujuh butir amunisi kaliber 7.62×39 mm buatan Rusia.

Pria yang kerap disapa Bang Buk itu menyerahkan senjatanya pada Komandan Distrik Militer (Dandim) 0105 Aceh Barat, Letkol Inf Herry Riana Sukma. Senjata tersebut dimilikinya sejak Aceh dilanda konflik.

“Senjata api laras panjang milik mantan anggota kombatan Bang Buk, diserahkan melalui anggota Kopda (Kopral Dua) Muhammad Nasir, sengaja diberikan supaya dapat diamankan,” kata Dandim, Senin (11/9).

Penyerahan senjata dilakukan lansung di kediamannya Desa Lancong, Kecamatan Sungai Mas, pada Ahad (10/9). Lekol Inf Herry mengatakan anggotanya Kopda Muhammad M. Nasir, selama ini sangat dekat Tgk Daod, layak keluarga sendiri.

Hal ini dinilai menggugah hati mantan GAM tersebut, sampai menyerahkan satu pucuk senjata laras panjang yang dipakainya semasa konflik.

Ia menjelaskan, perdamaian berlangsung, Tgk Daod tidak berada di desanya tetapi masih berada di gunung. Hal itu menyebabkan dirinya terlambat mengetahui tentang pemusnahan senjata.

“Jika dilihat dari bentuk fisiknya, senjata ini tidak ditanam dan masih komponennya juga masih aktif jika digunakan untuk menembak,” katanya.

Herry memprediksi masih ada senjata api sisa konflik yang disimpan sejumlah masyarakat sipil, khususnya di Aceh Barat. Ia sangat mengharapkan senjata sisa konflik dapat diserahkan pada pihak yang berwajib, karena bertentang dengan aturan yang berlaku di Indonesia.

“Masyarakat yang masih memiliki senjata, silakan serahkan pada kami. Demikian juga warga yang melihat warga sipil menenteng senjata, harus memberinformasi agar senjata itu dapat diamankan,” katanya.

Jika tidak diamankan, kata Herry, dikhawatir senjata yang masih beredar malah berpeluang digunakan untuk segala tindakan kejahatan. “Bagi warga yang menyerahkan senjata, tidak akan dihukum, tapi jika sampai kedapatan menggunakan senjata malah dapat dihukum sesuai UU kedaruratan,” tutupnya.(den/mai)