17 Jemaah Telah Wafat Terakhir Berasal dari Aceh Barat

Keumala Dewi 36, (cucu) memperlihatkan foto Almarhum kakek nya Keuchik Lutan (85) yang wafat saat berhaji di Gampong Babahrot, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, Minggu (17/9). IBRAHIM/RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA) – Hingga kemarin sore, tercatat sudah 17 jemaah wafat di Mekah, Arab Saudi. Terakhir, seorang jemaah asal Arogan Lambalek, Aceh Barat yang tergabung dalam kloter BTJ-05 Embarkasi Aceh, pada Jumat (15/9).

Almarhumah wafat di Rumah Sakit King Faisal, Mekah. Informasi tersebut disampaikan Kasubbag Informasi dan Humas Kanwil Aceh, H Rusli di Banda Aceh, Ahad (17/9). “Kita kembali berduka, seorang jemaah haji dari Aceh bernama Nuraini binti Abdurrahman berumur 85 tahun, dengan nomor paspor B6540502 wafat di Mekah kemarin pukul 23.10 WAS,” ujar Rusli.

Berdasarkan diagnosa, almarhumah mengalami cardiovascular disease ec congestive heart failure, atau gangguan pada jantung dan pembuluh darah, diikuti gagal jantung. Ia menjelaskan, sebelumnya almarhum lemas dan nafsu makan berkurang sejak pukul 15.00 WAS, Senin (11/9). Pukul 18.00 WAS, keesokannya, dilakukan pemasangan infus untuk dehidrasi cairan.

“Kondisi tidak membaik dan diputuskan di rujuk ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), saat itu pasien masih dalam keadaan sadar, TD 112/78 mmHg, nadi lemah,” jelasnya.

Di KKHI ditangani dr. Asep Sp.JP dan disarankan dirujuk ke RSAS. Pukul 20.40 WAS pasien di rujuk ke RSAS. Berikutnya dirawat di RS King Faisal. Selanjutnya tanggal 15 September Pukul 23.30 WAS dihubungi pihak Maktab, dan dinyatakan pasien telah wafat. “Tercatat 17 jemaah yang wafat di Mekah, Arab Saudi,” sebut Rusli.(adi/mai)