KMP Labuhan Haji Rusak 700 Warga Simeulue Terlantar

PENUMPANG TERLANTAR: Kondisi penumpang yang gagal menyeberang dengan kapal feri KMP Labuhan Haji menuju Simeulue terkatung-katung di kompleks Labuhan Haji di Kabupaten Aceh Selatan, Senin (18/9). AHMADI/RAKYAT ACEH

SIMEULUE (RA) – Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Labuhan Haji, terpaksa kembali ke Labuhan Haji, Aceh Selatan setelah sempat berlayar selama sejam.

Keputusan tersebut terpaksa dilakukan nahkoda akibat kapal mengalami kerusakan berat.
Walau kapal berhasil kembali, namun hingga kemarin, sedikitnya 700 warga Simeulue terlantar di pelabuhan sejak Sabtu (16/9).

Awalnya, jumlah penumpang diperkirakan sekitar 300 orang. Jumlah warga Simeulue yang gagal berangkat, disebutkan Ikhsan Mikaris, Kepala Kantor BPBD Simeulue, Senin (18/9).

“Data yang kita terima, ada 700 orang warga Simeulue, yang masih terkatung-katung di Labuhan Haji, Aceh Selatan karena gagal berangkat akibat kapal ferinya rusak,” katanya.

Ia juga mengaku khawatir, ratusan penumpang tersebut rentan penyakit terutama warga lanjut usia dan anak-anak, karena menginap di emperan toko dan kompleks pelabuhan.

“Rentan diserang penyakit, terutama lansia dan anak-anak,” imbuhnya.
Kecemasan Ikhsan terbukti, seorang penumpang dilaporkan terpaksa dievakuasi ke Puskesmas setempat, lalu tim medis merujuk ke Rumah Sakit Tapak Tuan, Aceh Selatan.

Warga bernama Kirfan (37) tersebut mengalami sakit bagian pencernaan.
“Benar Kirfan ditemukan dalam keadaan sakit, sudah dilarikan ke Puskesmas, kembali dirujuk ke Rumah Sakit Tapak Tuan,” kata Zulfadli, seorang penumpang.

Zulfadli menambahkan, seluruh penumpang yang masih bertahan, berharap untuk segera dilakukan pengiriman kapal agar warga yang jatuh sakit tidak bertambah.

“Kita minta segera diupayakan kapal lain, untuk mengangkut kami, kalau tidak akan bertambah yang sakit. Disisi lain kami membutuhkan bantuan makanan”, katanya.

Kirim Bantuan

Petugas ASDP Simeulue, TM Aulia juga membenarkan KMP Labuhan Haji, mengalami kerusakan mesin, setelah menjalani doking tahunan, pada bulan Februari 2017 lalu.

“Benar, kita diberitahukan bahwa kapal feri KMP Labuhan Haji, gagal berlayar sejak Sabtu lalu, karena ada kerusakan sehingga demi keselamatan penumpang ditunda keberangkatannya hingga hari ini,” katanya.

Pihaknya, telah mengerahkan KMP Teluk Sinabang, yang berangkat dari Simeulue ke Labuhan Haji, Aceh Selatan, Senin (18/9) malam. Diperkirakan Selasa (19/9), telah lego jangkar di pelabuhan Labuhan Haji, hari itu juga kembali berlayar menuju Simeulue.

“Malam ini, kapal feri KMP Teluk Sinabang, kita berangkatkan dari Simeulue ke Labuhan Haji, dan besok pagi sampai di sana, kemudian langsung kita berangkatkan ke Simeulue”, imbuhnya.

Anggota DPRK Simeulue, secara patungan telah mengumpulkan uang sebanyak Rp10 juta, untuk dikirim dan memenuhi kebutuhan warga Simeulue yang terlantar di pelabuhan Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan. (ahi/mai)