Menginspirasi: Petani Muda yang Bergelar Sarjana 

caption photo : terlihat kebun tanaman cabe safril yulia /Fathayatul/RA
TAPAKTUAN (RA) – Kesuksesan dapat terjadi dari siapa saja. Tak peduli dari anak kecil, remaja, dewasa atau lanjut usia (lansia) sekalipun. Asalkan diraih dengan semangat dan kerja keras yang tak pernah padam. Hal itulah yang menjadi prinsip hidup Safril Yulia. Safril merupakan contoh figur pemuda yang menjadi inspirasi bagi siapa pun, khususnya pemuda. Safril Yulia dilahirkan di Desa Keumumu Hulu, Kecamatan Labuhanhaji Kabupaten Aceh Selatan. Ia beranggotakan 7 orang anggota keluarga. Ayah, ibu dan 5 orang adiknya yang masih kecil-kecil.
Kehidupannnya terbilang pas-pasan. Ayahnya bekerja sebagai buruh lepas dengan penghasilan yang tak menentu.Ibunya hanya ibu rumah tangga biasa.
Melihat kondisi keluarganya, Safril Yulia  tidak berpangku tangan saja. Iaberpikir keras untuk membiayai kuliahnya sambil membantu kebutuhan keluarganya. Dengan bermodalkan uang Rp.10 juta pinjaman dari seorang temannnya, ia menggarap sebidang lahan tidur di belakang rumahnya. Ia beri pupuk supaya tanamannya tumbuh subur. Ia bekerja seorang diri. Membuat pagar dari bambu supaya tak diganggu oleh hewan liar dan sebagainya. ia tanami bibit cabe di tanah garapannya.
dengan kemudahan yang diberikan oleh telkomsel  Ia mencari di internet ilmu tentang pembibitan cabe. Bila data dirasa kurang, ia browsing di internet. Segala informasi tentang pembibitan cabe ia pahami dan dipratikannya langsung di tanah eksperimennya. Semua Safril Yulia lakukan dengan niat ikhlas dan kerja keras. setelah bulan kemudian.
Tanaman cabe “karya” Safril Yulia tumbuh subur. Ilmu yang ia pelajari secara otodidak di  intenet menuai hasil yang baik. Ia akan panen besar. Ia meminta bantu ayah dan beberapa teman kuliahnya. Gayung bersambut, kebetulan harga cabe sedang meroket mencapai 40 ribu per/kg. Semua penjualan cabe Safril Yulia untung besar. Ia dapat membiayai kulaihnya sampai selesai serta bisa membatu sekolah adiknya. (Mag-79)