Simeulue Wakili Aceh, Parade Musik Daerah di TMII

NET

SIMEULUE (RA) – Parade Musik Daerah ke-6, selama tiga hari, sejak 22-24 September 2017 digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Pemerintah Aceh mengirim tim kesenian parade musik daerah asal Kabupaten Simeulue.

Tim Seni Budaya asal Kabupaten Simeulue itu, menggelar tiga atraksi kesenian budaya lokal, yakni seni budaya atraksi Debus dan seni budaya Nandong serta lagu daerah yang mendapat perhatian dari pengunjung yang berasal dari seluruh Indonesia dan pengamat Seni Musik Daerah dan Seni Budaya.

Terkait Kabupaten Simeulue mewakili Provinsi Aceh dalam ajang Parade Musik Daerah ke-6 Taman Mini Indonesia Indah itu, dibenarkan Bupati, Erly Hasyim, yang dihubungi Rakyat Aceh, Ahad (24/9).

“Alhamdulillah, kita dipercayakan dan diberikan kesempatan oleh perintah Aeh untuk mewakili Provinsi Aceh, dalam event bergengsi ini, dan kita menggelar atraksi Debus, seni Nandong serta lagu daerah,” katanya.

Dia menambahkan ketiga seni budaya yang digelar itu di TMII, merupakan perpaduan antara seni, musik, budaya serta tradisi turun temurun yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Simeulue, dengan mengandalkan peralatan benda tajam, rebana dan gendang.

“Kita berharap, tahun depan masih dipercayakan dan diberikan kesempatan oleh Pemerintah Aceh, untuk mewakili Provinsi Aceh, diajang parade musik daerah di TMII, serta dengan prestasi ini merupakan salah satu bukti seni budaya kita, tetap terjaga dan terpelihara oleh masyarakat Simeulue,” imbuhnya.

Atas partisipasi dan kehadiran tim parade musik daerah tersebut sehingga Provinsi Aceh, dan Kabupaten Simeulue mendapat sertifikat yang diserahkan langsung oleh Ir Cut Putri Alyanur, Kasubid Promosi dan Pameran TMII Jakarta, yang diterima Bupati Erly Hasyim.

“Yang mendapat perhatian dari pengunjung, saat atraksi Debus, karena ditampilkan secara tradisional dan penonton histeris ketika benda tajam dihujamkan ketubuh para seniman Debus, yang tidak mempan dan justru benda tajam itu yang rusak dan bengkok,” kata Marwan, warga Simeulue yang menyaksikan langsung raut wajah kegelisahan dan kecemasan pengunjung, yang dihubungi Rakyat Aceh, Ahad (24/9). (ahi/bai)