Kegiatan Rapat Teknis Program dan Bimbingan Teknis Direktorat Pascarehabilitasi Di Provinsi Aceh

Kegiatan Rapat Teknis Program dan Bimbingan Teknis Direktorat Pascarehabilitasi Di Provinsi Aceh.

Banda Aceh, Selasa 26 September 2017. Direktorat Pascarehabilitasi dan BNN Provinsi Aceh melalui Bidang Rehabilitasi Seksi Pascarehabilitasi melakukan kegiatan Rapat Teknis Program dan Bimbingan Teknis Direktorat Pascarehabilitasi Di Provinsi Aceh.

Kegiatan ini dilaksanakan di The Pade Hotel Banda Aceh, dengan jumlah peserta 30 orang yang terdiri dari Beberapa Instansi Pemerintah Provinsi Aceh, LSM dan BNN Kab/Kota diwilayah Aceh.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ka. BNNP Aceh Brigjen Pol. Drs. Faisal Abdul Naser, M.H., Yang dihadiri oleh Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol. Drs. Faisal Abdul Naser, M.H., Direktur Pascarehabilitasi BNN RI Brigjen Pol. dr. Budiyono, MARS, beserta jajaran, Kepala BNN Kab/Kota wilayah Aceh.

Adapun yang menjadi pemateri dalam kegiatan ini adalah Kepala BNNP Aceh, Direktur Pascarehabilitasi BNN RI, Kabid Rehabilitasi BNNP Aceh dan Kasubdit Pascarehabilitasi BNN RI.

Dalam sambutan nya Brigjen Pol. Faisal menyampaikan Aceh saat ini darurat narkoba.

Seiring dengan permasalahan narkotika yang terus meningkat, dimana prevalensi penyalahgunaan narkotika di provinsi aceh tahun 2016 2,0 persen dimana 0,5 yang teratur pakai persen (data puslitkes ui dan bnn).

Maka perlu dilakukan suatu upaya untuk memperoleh dukungan dari berbagai pihak dan segenap elemen masyarakat, baik instansi pemerintah, swasta maupun organisasi sosial kemasyarakatan/lembaga sosial masyarakat untuk memerangi penyalahguna dan peredaran gelap narkotika melalui program dan peran serta masing-masing yang dilandasi oleh suatu pemahaman bahwa persoalan narkotika merupakan tanggung jawab kita bersama.

Saat ini badan narkotika nasional provinsi aceh melalui bidang rehabilitasi seksi pascarehabilitasi telah melakukan berbagai layanan pascarehabilitasi kepada 501 klien mantan penyalahguna dan atau pecandu narkotika yang telah selesai menjalani program rehabilitasi mulai dari 2015 hingga agustus 2017.

Dalam rangka agar mantan penyalahguna, korban penyalahguna dan atau pecandu narkotika dapat menjaga pemulihan sehingga tidak relapse (kambuh), dapat mandiri, dapat produktif serta dapat kembali berfungsi sosial dalam masyarakat.

Dalam pelaksanaan semua layanan tersebut bnnp aceh telah melakukan berbagai upaya diantaranya meminta dukungan dari balai latihan kerja dan industri banda aceh, dinas sosial aceh, dinas pemuda dan olahraga aceh, serta lembaga pelaksana rehabilitasi yang ada di provinsi aceh antara laiin : panti rehabilitasi rumoh harapan aceh, panti rehabilitasi rumoh geutanyoe dan panti rehabilitasi sirah aceh.

Dengan adanya hubungan kerjasama tersebut maka dapat memberikan akses seluas-luasnya kepada mantan pecandu, korban penyalahguna narkotika untuk dapat mempertahankan pemulihan, mampu produktif dan dapat berfungsi sosial kembali di tengah masyarakat.

Dalam materi nya Dir. Pascarehabilitasi BNN RI Brigjen Pol. Budiyono mengatakan Untuk menjaga pemulihan korban penyalahguna atau pecandu narkotika dari ketergantungan narkotika maka harus dilakukan program rehabilitasi berkelanjutan yaitu setelah selesai menjalani program rehabilitasi harus dilanjutkan ke program pascarehabilitasi di mana dalam program pascarehabilitasi ada beberapa layanan yg dilaksanakan yaitu layanan pascarehabilitasi reguler (rawat jalan), layanan pascaregabilitasi intensif (rawat inap/rumah damping) dan layanan pascarehabilitasi rawat lanjut.