Tiga ‘Wanita Malam’ Terciduk Tim Gabungan

Dua wanita yang ditangkap di salah satu cafe dekat jembatan Cunda, Lhokseumawe, Selasa (26/9). ARMIA/RAKYAT ACEH

LHOKSEUMAWE (RA) – Tim gabungan, Satpol dan WH Lhokseumawe bersama personil Polres Lhokseumawe, menciduk tiga masih berkeliaran hingga dini hari. Ketiganya diciduk di dua lokasi terpisah dalam wilayah Kecamatan Banda Sakti, Selasa (26/9) dini hari.

Kini ketiga wanita itu diamankan disel tahanan Mako Satpol PP dan WH di jalan Listrik Lhokseumawe. Bersama mereka, petugas juga amankan bong sabu-sabu dan air minuman keras dalam gelas.

“Tadi malam kita melakukan patroli rutin ditempat-tempat yang diduga ada praktek maksiat, yakni di Café Singapore dan Café kawasan KP3 Lhokseumawe,” ucap Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Syariat Islam dan Kebijakan Daerah, M.Nasir,kepada Rakyat Aceh, kemarin.

Ia menyebutkan, awalnya mereka patroli di café Singapore dekat dengan jembatan Cunda pada pukul 00.00 WIB. Disana menemukan dua wanita masih duduk nongkrong bersama teman laki-laki pengunjung café. Karena, pada pukul 00.00 dini hari masih ada wanita dan sudah dilarang untuk berkeliaran wanita di tengah malam.

“Keduanya, berinisial YN (23) berstatus janda warga Kampung Keramat, dan YL (33) Kampung Jawa Lama Kecamatan Banda Sakti,”jelasny M. Nasir. Mereka langsung digiring ke kantor setelah melihat ada botol minuman keras, dan gelas yang sudah diisi minuman. Diduga mereka mengonsumsi minuman keras dan sebagai wanita malam.

Kemudian, operasi dilanjutkan kekawasan café-café di KP3 Lhokseumawe. Petugas menemukan seorang wanita berinisial Af (33) berstatus janda warga Kampung Jawa Lama, bersama pengunjung laki-laki. Karena sudah pada larut malam maka kita amankan wanita itu.

“Saat kita periksa dalam tasnya kita temukan bong sabu diduga ia memakai sabu, karena untuk apa bong sabu dalam tas kalau bukan untuk dipakai,” cetusnya,seraya menambahkan, tersangka itu masih menjalani proses pemeriksaan di Kantor Satpol PP dan WH Lhokseumawe.

Selanjutnya, kata dia, saat lewat patroli di kawasan terimal Bus Lhokseumawe melihat para abang becak sedang kumpul-kumpul lagi main batu domino. Namun, setelah diperiksa tidak mengarah kepada perbuatan perjudian, tapi lebih kepada memberikan sanksi kepada mereka pemain.

“Mereka tidak kita tangkap dan sebatas kita lakukan pembinaan untuk tidak mengulangi lagi main batu domino, karena dapat mengarahkan kepada judi nantinya,”ungkapnya. Sedangkan, barang bukti yang kita amankan, berupa dua tas wanita, bong sabu, minuman keras, gelas, hand phone dan lainnya. (arm/min)