Pangkalan Gas 3 Kilogram Prioritas Pedagang Enceran

Ilustrasi Gas Elpiji 3 kilogram (kg)

SUKA MAKMUE (RA) – Warga Gampong Serbajadi, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya sangat mengeluh dengan ulah pemilik oknum pangkalan gas elpiji 3 kilogram yang diduga memprioritaskan untuk pedagang enceran ketimbang masyarakat.

Informasi diterima Rakyat Aceh, Ahad (1/10), warga sangat kesulitan untuk mendapatkan gas bersubsidi tersebut, karena setiap gas masuk, pihak pangkalan diduga lebih mengutamakan untuk pedagang enceran demi mendapatkan keuntungan banyak.

Anto Supardi, warga setempat mengatakan, dirinya menjadi saksi mata dalam aksi yang dilakukan pangkalan nakal ini, ketika gas masuk dari distributor dan warga yang mengantri habis, mereka mulai menglansir gas tersebut ke pedagang enceran.

Mereka melangsir gas untuk pedagang enceran dengan mengunakan mobil Pick Up ketika jam sepi, seperti tengah malam atau Subuh sebanyak 50-100 tabung, sehingga masyarakat tidak kebagian gas murah tersebut.

“Ketika warga yang datang untuk membeli gas ke Pangkalan itu di bilang gas habis, padahal gas ada di dalam, tapi kerena dia menjual untuk pedagang enceran dengan harga yang lebih tinggi, maka tidak di jual untuk warga,” kata Anto Supardi.

Menurutnya, gas subsidi tersebut dijual oknum pangkalan ke pedagang enceran mencapai Rp25.000 sampai Rp30.000 per tabung. Kemudian nanti ketika masyarakat yang beli dengan harga Rp35.000 atau Rp40.000 per tabung.

“Oknum pangkalan ini dia kerja sama dengan satu kios di daerah kami, sebenarnya gas itu untuk masyarakat saja masih kurang, tapi dia malah menjual lagi ke kios dengan harga yang tinggi,” kata Anto. (ibr/bai)