Fakta Baru dari Sidang Pembunuhan yang Melibatkan Siti Aisyah

SAAT PERDANA: Siti Aisyah (kiri) memasuki ruang sidang di Pengadilan Sepang, Malaysia, Maret lalu. Huong keluar ruang sidang. (AP Photo)

Harianrakyataceh.com – sidang pembunuhan kakak pemimpin Korut (Kimjong-un, king Jong-nam berlangsung lagi. Dalam sidang kesekian tersebut menghadirkan dokter yeng memeriksa Kim jong-nam sebelum menghembuskan napas terakhirnya.

”Saya melihat dia mencengkeram kepalanya, dia memejamkan mata erat-erat, wajahnya sangat merah, dan dia berkeringat deras,” kata Nik Mohd Azrul Ariff Raja Azlan kepada pengadilan Malaysia, Selasa (3/10).

Jong-nam diduga diracuni dengan agen saraf VX di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada Februari dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Makau. Dalam rekaman CCTV yang diperoleh kepolisian, lelaki tersebut didekati dua perempuan, Siti Aisyah, 25, warga negara Indonesia dan warga negara Vietnam berusia 29 tahun Doan Thi Huong.

Mereka berjalan di belakang Kim dan mengusap tangan mereka di wajahnya. Pihak berwenang Malaysia mengklaim bahwa pasangan tersebut dilatih oleh agen Korut untuk mengusap wajah Jong-nam dengan agen saraf mematikan itu.

Dalam sidang lanjutan ini, keduanya tetap mengaku tidak bersalah. Pengacara Doan dan Aisyah mengatakan bahwa kedua perempuan tersebut ditipu sehingga mengira mereka berpartisipasi dalam acara TV. Korut pun berulang kali membantah terlibat dalam pembunuhan Jong-nam.

Setelah dia diusap dengan agen saraf VX, Jong-nam berjalan ke sebuah klinik di terminal bandara. Di sana, asisten medis Rabiatul Adawiyah mengatakan bahwa dia menghapus cairan yang berbau tidak sedap dari wajahnya dengan tisu.

Nik Mohd Azrul adalah dokter pertama yang memeriksa Kim. Dia mengatakan kepada pengadilan bahwa jantung Kim berdegup kencang dan tekanan darahnya berada pada tingkat yang mengancam jiwa.

Tak lama setelah memasuki klinik, Kim mengalami kejang. ”Saya melihat pasien mengalami kejang tonik-klonik,” kata Nik Mohd Azrul, mengacu pada sejenis kejang. ”Matanya berguling ke atas dan ada air liur. Dia tidak menanggapi panggilan kami.”

”Karena tubuhnya besar, kami membutuhkan banyak staf untuk membawanya ke ruang prosedur. Kami menggendongnya dan membawanya ke dalam ruangan namun tidak mampu mengangkatnya ke tempat tidur karena ukurannya.”

Staf medis mampu menghentikan serangan Jong-nam dengan pemberian adrenalin dan obat-obatan lainnya. ”Tapi kemudian dia mengalami shock dan tekanan darahnya turun drastis,” sambungnya.

Setelah sekitar satu jam di klinik, Jong-nam dimasukkan ke dalam ambulans ke Rumah Sakit Putrajaya di dekatnya, namun pria berusia 45 tahun itu meninggal dalam perjalanan.

Doan dan Aisyah saat ini didakwa melakukan pembunuhan dengan empat orang lain. Bila vonisnya bersalah, hukuman maksimal adalah hukuman mati. Jaksa mengatakan pasangan itu dengan sengaja mengolesi cairan beracun di wajah Jong-nam yang mengakibatkan kematiannya.

Dalam bulan-bulan sejak kematian Jong-nam, kedua perempuan tersebut bersikeras mereka tidak tahu tindakan mereka akan membunuh pria tersebut. Dua orang yang berbicara dengan Aisyah saat berada dalam tahanan mengatakan bahwa dia yakin telah menggosok zat yang mirip dengan minyak bayi atau lotion di wajah Kim, sebagai bagian dari lelucon.

Ayah Aisyah, Asria Nur Hasan, mengatakan bahwa putrinya tidak akan melakukan pembunuhan tersebut jika dia tidak dimanfaatkan oleh orang lain. ”Dia akan terbukti tidak bersalah,” katanya. ”Dia tidak akan menyakiti orang lain.”(*)

(tia/CNN/JPC)