BNNP Aceh dan Dayamas Gelar Rapat Kerja

BNNP Aceh dan Dayamas Gelar Rapar Kerja/Ist

Petakan Kawasan Rawan Narkoba
BANDA ACEH (RA) – BNNP Aceh bersama Deputi Pemberdayaan Masyarakat (Dayamas) melaksanakan kegiatan Rapat Kerja Pemetaan Kawasan Rawan Narkoba di Kota Jantho Kabupaten Aceh Besar, di ruang rapat kantor Bupati Aceh Besar, Rabu (4/10).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Aceh Besar Tgk. Husaini Abdul Wahab, Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol. Drs. Faisal Abdul Naser, M.H., Dir. Pemberdayaan Alternatif Brigjen Pol. Dr. Juansih, Sekda Kab. Aceh Besar, Para SKPD, Para Geucik Kab. Aceh Besar yang terlibat dalam program GDAD.

Deputi Dayamas yang diwakili oleh Direktur Pemberdayaan Alternativ BNN RI Brigjen Pol. Juansih membuka “RAPAT KERJA PEMETAAN KAWASAN RAWAN KULTIVASI GANJA DIKABUPATEN ACEH BESAR”.

Dalam amanat tertulis yang dibacakan oleh Direktur Dayatif BNN RI , menyatakan BAHWA program GDAD akan dilaksanakan pada 3 Kabupaten antara lain : Kabupaten Aceh Besar, Bireuen dan Gayo Lues.

Kegiatan ini dirancang dalam 10 thn (thn 2016 s. d 2025) dan dibagi dalam 3 tahapan yaitu: tahap pertama (2016-2018) dengan program” membangun kepercayaan”, tahap kedua (2019-2024) implementasi program dan tahap ketiga (2025) membangun agrowisata dan selanjutnya beliau mengharapkan dengan dilaksanakannya raker ini, mendapatkan gambaran serta masukan 2 tentang situasi dan kondisi terkini Pertanian di Kab. Aceh Besar.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Aceh Besar mengatakan sangat mendukung program GDAD tersebut juga sangat mendukung pemberantasan Narkoba di Kab. Aceh Besar dan berharap melada BNNP Aceh untuk dapat membantu Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam memberantas Narkoba di Kab. Aceh Besar serta menyampaikan kepada BNNP Aceh untuk kiranya dapat segera mengadakan BNNK Aceh Besar juga mengatakan bahwa Pemerintah Kab. Aceh Besar siap memenuhi persyaratan yang ditentukan demi terwujudnya BNNK Aceh Besar.

Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol. Faisal dalam materi nya menyampaikan Aceh dalam keadaan Darurat Narkoba, banyak generasi penerus Bangsa yg terjerumus dalam penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yg sangat mengancam masa depan Bangsa.

Ia meneruskan masalah narkoba adalah masalah kita bersama maka dari itu saya mengajak kepada seluruh peserta rapat untuk bersama sama kita selamatkan generasi muda bangsa dari ancaman nyata narkoba saat ini dengan upaya (Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Mari Kita Sukseskan Program Alternatif Development ini Demi Membangun Aceh yang Sejahtera, Mandiri dan Bebas Narkoba. Kalo masalah narkoba ini kita biarkan maka tunggulah kehancuran.”Tegasnya. (ril/slm)