Peneliti Cryo-electron Microscopy Diganjar Nobel Kimia

BERJASA: Penelitian yang dikembangkan Joachim Frank ber- guna untuk mengetahui persebaran virus Zika. (BRENDAN MCDERMID/REUTERS)

Harianrakyataceh.com – Untuk ketiga kali dalam pekan ini, Royal Swedish Academy of Sciences kembali menganugerahkan penghargaan kepada trio ilmuan.

”Mereka telah mengantarkan biokimia memasuki era baru lewat metode yang mereka temukan.” Demikian bunyi keterangan resmi Royal Swedish Academy of Sciences tentang alasan di balik penobatan trio ilmuwan kimia itu sebagai nobelis. Kendati kini berbagi hadiah 9 juta krona Swedia (sekitar Rp 14,9 miliar), tiga nobelis itu melakukan penelitian mereka tentang molekul mikroskopis secara terpisah.

Henderson menciptakan gambar tiga dimensi sebuah protein sampai detail terkecilnya. Dalam penelitiannya, dia menggunakan mikroskop elektron yang memiliki presisi tinggi. Temuan ilmuwan kelahiran Skotlandia tersebut lantas dikembangkan oleh Frank. Detail penelitian Frank kemudian disempurnakan oleh Dubochet. Dengan memanfaatkan air bertitik beku rendah, Dubochet membekukan gerakan biomolekul.

Royal Swedish Academy of Sciences menyatakan bahwa temuan trio ilmuwan itu sangat bermanfaat bagi ilmu pengetahuan. Dengan teknik cryo-electron microscopy, para pakar di bidang kimia dan farmasi bisa lebih mengenal karakter biomolekul protein maupun virus. Kini teknik tersebut banyak diterapkan di dunia kesehatan. Termasuk dalam penelitian virus Zika.

Nobel Kimia menjadi penghargaan ketiga yang diumumkan Royal Swedish Academy of Sciences pekan ini. Hari ini (5/10) giliran pembacaan pemenang Nobel Sastra.

Pemenang Nobel Perdamaian yang selalu menyita perhatian dunia bakal diumumkan besok (6/10). Nantinya, para nobelis diundang ke Swedia untuk menerima langsung penghargaan yang telah mereka menangkan sekaligus menyampaikan pidato sebagai nobelis. Penganugerahan nobel biasanya dihelat pada 10 Desember. (*)

(AP/Reuters/BBC/c20/hep)