Rakyat Aceh

YARA : Kemarahan Walikota Terkesan Lindungi Pejabat Desa Berbuat Mesum

SUBULUSSALAM (RA) – Walikota Subulussalam, H. Merah Sakti terlihat naik pitam saat menerima kedatangan puluhan masyarakat Desa Tualang, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, di pendopo, Jumat (6/10).

Kedatangan warga itu untuk menyampaikan kasus Kepala Desa Tualang terpilih yang diduga melakukan mesum dengan seorang perempuan bersuami beberapa minggu yang lalu. Namun, orang nomor satu di Kota Subulussalam itu bahkan menanggapi dengan nada emosi “ kedatangan kalian ini tidak murni kepentingan masyarakat. Kalau kalian ingin mengungkap coba ungkap kasus kepala Desa di daerah sika maju Kecamatan Sultan Daulat yang nyata-nyata memposting foto di facebook dengan seorang perempuan yang bukan istrinya “ kata Merah Sakti dengan wajah memerahnya.

Menurut Merah Sakti, kasus Keuchik Tualang terpilih itu syarat kepentingan politik. Karena kata Merah Sakti, Keuchik terpilih itu masih satu marga dengan dirinya sehingga dikait-kaitkan dengannya.

Pertemuan yang berlangsung lima menit itu sempat terjadi ketegangan antara Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Kota Subulussalam, Edi Sahputra Bako, S. Sos yang mendampingi warga Tualang dengan Walikota Merah Sakti. Dimana pada saat itu, Edi ingin menyampaikan mengenai dugaan pelanggaran qanun yang dilakukan Keuchik terpilih namun langsung dihalau Walikota “ maaf, Desa Tualang Kampong saya dan ini semua keluarga saya “ Halau Merah Sakti saat Edi ingin menyampaikan keluhan.

Walikota Merah Sakti langsung berdiri meninggalkan kursi yang sebelumnya ia duduki dan menyalami warga. Meski selalu dihalau, dengan posisi berdiri Edi Sahputra bersama warga tetap berusaha melontarkan kata-kata agar kasus Keuchik Tualang ditindaklanjuti “ kami tidak terima dengan sikap Walikota yang terkesan arogan melayani masyarakat. pemimpin macam apa itu yang tidak bisa membedakan persoalan keluarga dengan pemerintah “ kata Edi.

Sebelum pertemuan berlangsung, warga sempat menunggu kedatangan Walikota Merah Sakti diruang tamu Pendopo. Bahkan warga sampai menunggu lebih dari satu jam namun Walikota enggan menemui warga Tualang dengan alasan tidak ada pemberitahuan. Mendapat Kabar Walikota enggan bertemu, puluhan warga langsung meranjak menjumpai Walikota yang berada diteras Pendopo bersama tamu lainnya.

Tak lama kemudian, utusan Walikota langsung menemui warga agar tetap tenang, dan menyampaikan Walikota akan menemui diruang khususnya.

Warga Tualang lainnya, Suprida mengaku sangat kecewa atas sikap Walikota. Kata Suprida, Walikota Merah Sakti terkesan melindungan terduga mesum “ kami tetap mengambil langkah agar qanun tetap ditegakkan dan kasus Kechik Tualang ditindaklanjuti “ kata Suprida diamini puluhan warga lainnya (lim)